Hasil "Quick Count" KOMPAS dan Lembaga Lain
Perbandingan Hasil Penghitungan
KPU Jawa Barat dengan Hasil Quick Count Beberapa Lembaga Penelitian
(http://www.kompas.com/read/xml/2008/04/22/17475334/hasil.)
Hasil "Quick Count" KOMPAS dan Lembaga Lain
Perbandingan Hasil Penghitungan
KPU Jawa Barat dengan Hasil Quick Count Beberapa Lembaga Penelitian
(http://www.kompas.com/read/xml/2008/04/22/17475334/hasil.)

Quick Count Kompas Terbukti Akurat
JAKARTA, SELASA - Hasil pemilihan kepala daerah (pilkada) Jawa Barat yang diumumkan Selasa (22/4) sesuai dengan prediksi Kompas yang dilakukan melalui hitung cepat (quick count) usai pemilihan berlangsung. Bahkan persentase suara yang diraih masing-masing pasangan nyaris sama.
Persentase suara masing-masing pasangan sesuai hitungan cepat Kompas tidak terpaut satu persen pun dibandingkan hasil akhir perhitungan suara Komisi Pemilihan Umum daerah (KPUD) Jawa Barat. Selisih persentase yang diraih pemenang Pilkada Jabar hanya 0,13 persen, urutan kedua 0,79 persen, dan pasangan paling buncit 0,66 persen.
Sesuai hasil perhitungan akhir KPUD Jabar, pasangan Ahmad Heryawan dan Dede Yusuf yang diusung Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Amanat Nasional menang dengan persentase 40,50 persen. Di posisi kedua pasangan Agum Gumelar dan Nu'man Abdul Hakim meraih 34,55 persen. Pasangan terakhir Danny Setiawan dan Iwan R Sulanjana meraih 24,95 persen.
Sementara itu, sesuai hasil hitung cepat Kompas pasangan Ahmad Heryawan-Dede Yusuf meraih 40,3659 persen. Agum-Nu'man meraih 35,3381 persen, sedangkan Danny-Iwan meraih 24,2960 persen.
Meski hanya dengan metode sampling di sejumlah TPS yang tersebar di berbagai wilayah Jawa Barat, hitung cepat Kompas berhasil melakukan prediksi dengan akurat. Sampel diambil dari 300 Tempat pemungutan Suara (TPS) dari 60.000 yang tersebar di seluruh wilayah Jawa Barat.
Sebelum hitung cepat dilakukan, Litbang Kompas menyatakan bahwa tingkat akurasi hitung cepat ini mencapai 99 persen. Terbukti bahwa satu persen merupakan toleransi untuk membandingkan hasil pilkada dengan penghitungan yang dilakukan KPUD Jabar.
Dibandingkan lembaga survei lainnya, Litbang Kompas belum lama melakukan hitung cepat pilkada. Sebelum di Jawa Barat, hitung cepat telah dilakukan pula di DKI Jakarta.
(http://www.kompas.com/read/xml/2008/04/22/1550336/quick.count.kompas.terbukti.akurat)
Aman Segera Gugat KPU Jabar
BANDUNG, SELASA- Tim Kampanye Agum-Nu'man akan segera menggugat Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jawa Barat. Pokok gugatannya adalah daftar pemilih tetap.
"Banyak kejanggalan dalam DPT. Orang meninggal masih terdaftar di DPT, anak bayi juga masuk, dan masih banyak lagi. Sayangnya, ini tidak divalidasi lagi oleh KPU Jabar. Ini yang jadi inti gugatan kami nanti," kata Ketua Tim Advokasi dan Hukum Tim Kampanye Aman Ivan Pandapotan Purba seusai mengikuti rapat pleno, Selasa (22/4).
Gugatan paling cepat akan dilayangkan pada 24 April nanti. Selain DPT, gugatan juga berisi pelanggaran kampanye dan penggelembungan suara di beberapa daerah.
Sementara itu, massa pendukung Aman saat ini sudah membubarkan diri. Masing-masing koordinator daerah mengumpulkan masaanya. Truk yang memuat perangkat tata suara (sound system) yang dari tadi digunakan untuk berorasi pun mulai diberesi.
(http://www.kompas.com/read/xml/2008/04/22/14342368/aman.segera.gugat.kpu.jabar)
Tim Hade Kuasai 17 Kabupaten/Kota
BANDUNG, SELASA - Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan-Dede Yusuf menguasai perolehan suara terbanyak di 17 kabupaten/kota di Jawa Barat.
Pasangan Hade meraih kemenangan telak di Kabupaten Bandung Barat, Kota Depok, Kabupaten/Kota Bekasi, Kota Cimahi, Kota Tasikmalaya, Kabupaten/Kota Bogor, Kabupaten/Kota Sukabumi, Kota Bandung, Kabupaten/Kota Cirebon, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Garut, dan Kabupaten Cianjur.
Meski demikian, peraihan suara Hade kalah di Kabupaten Ciamis, kota kelahiran calon wakil gubernur Jabar Dede Yusuf, dari pasangan Aman. Pasangan Aman menang 326.106 suara, sedangkan Hade hanya 314.999.
Selain itu Hade mengalami kekalahan dari tim Aman di wilayah Kabupaten Subang. Kabupaten Karawang, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Sumedang, dan Kabupaten Tasikmalaya.
Dengan kemenangan telak di 17 kabupaten/kota, pasangan Hade menguasai 40,5 persen total 17.996.105 suara atau 7.287.647. Diikuti pasangan Aman dengan 34,55 persen atau 6.217.557 suara dan Dai dengan 24,95 persen atau 4.490.901suara.
(http://www.kompas.com/read/xml/2008/04/22/14214576/tim.hade.kuasai.17.kabupatenkota..)
Saksi Aman Tak Mau Tanda Tangan
BANDUNG, SELASA- Hasil rapat pleno Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jawa Barat, Selasa (22/4) siang ini telah usai dengan perolehan suara terbanyak adalah pasangan H Ahmad Heryawan dan Macan Effendy Yusuf (Dede Yusuf). Di urutan kedua adalah pasangan Agum Gumelar-Nu'man Abdul Hakim, dan ketika Danny Setiawan-Iwan R Sulanjaya.
Akan tetapi, hasil penghitungan suara secara manual itu dipandang tidak sah, karena sejumlah saksi dari pasangan Agum-Nu'man tidak mau menandatangani hasil rapat pleno itu. Mereka beralasan, terjadi banyak kecurangan dalam pilkada yang digelar 13 April lalu. Mereka juga menilai, penetapan penghitungan suara yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jawa Barat memiliki cacat hukum. "Penetapan ini kami tolak tandatangani karena sebagian besar saksi kami tidak menandatangani berkas rekapitulasi dalam penghitungan suara di tingkat kecamatan dan KPU Kabupaten Kota," ujar wakil ketua tim kampanye sekaligus saksi tim Aman Rahadi Zakaria.
Berdasarkan hasil rekapitulasi di 26 kabupaten/kota, saksi tim aman menolak menandatangani berkas rekapitulasi suara di 16 KPU tingkat kabupaten/kota, diantaranya Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Garut, Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Majalengka. Hampir seluruh kabupaten/kota yang tidak ditandatangani oleh para saksi merupakan letak daerah kekalahan pasangan Aman dari pasangan Ahmad-Heryawan-Dede Yusuf dan pasangan Danny Setiawan-Iwan Sulandjana.
Sementara, Sunatra dari Tim Dai bisa menerima hasil tersebut dan menandatanganinya. Tim Hade diwakili Sadar Muslihat ikut menandatanganinya. Ketua KPU Provinsi Jabar Setia Permana, Anggota KPU Jabar Ferry Kurnia, Memet Hakim, Radhar Tri Baskoro, dan Affan Sulaeman ikut hadir.
Di luar gedung KPU, massa pendukung Agum-Nu'man tetap terkonsentrasi di Jalan Laswi. Mereka berupaya menduduki kantor KPU Jabar
(http://www.kompas.com/read/xml/2008/04/22/14075144/saksi.aman.tak.mau.tanda.tangan)
PDI-P Somasi KPUD Jabar
JAKARTA, SABTU – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) mengajukan somasi kepada Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Jawa Barat (Jabar), Sabtu (19/4). Pengajuan somasi ini terkait penemuan adanya pelanggaran-pelanggaran selama proses menjelang dan berlangsungnya Pilkada Jabar pada 13 April 2008 lalu.
Pengajuan somasi tersebut telah disampaikan pengurus DPD PDI-P Provinsi Jawa Barat. “Hari ini kita lakukan somasi,” ujar Rudi Harsa Tanaya, Ketua DPD PDI-P Jawa Barat, usai mendampingi Ketua Umum DPP PDI-P Megawati Soekarnoputri di acara penyerahan bantuan pendidikan kepada SD Kebonkawung, Kecamatan Cicurug, Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu.
Dalam somasi tersebut, ujar Rudi, PDI-P meminta KPUD Jabar meghentikan sementara perhitungan suara saat ini sebelum menyelesaikan persoalan-persoalan yang ditemukan menjelang dan selama pilkada. Persoalan-persoalan tersebut antara lain adanya warga yang tidak terdaftar sebagai peserta pemilu, adanya dugaan penggelembungan suara seperti di Cianjur, Garut, dan Depok, serta indikasi politik uang.
Selain itu, PDI-P juga melihat adanya indikasi keterlibatan beberapa kepala daerah dalam mensosialisasikan dan melakukan kampanye. “Ada beberapa perilaku kepala daerah yang ikut mewarnai proses sosialisasi dan kampanye,” ujarnya kepada wartawan.
Somasi yang diajukan pihaknya, jelas Rudi, sebagai proses sosialisasi kepada khalayak luas bahwa proses pilkada di Jawa Barat pada 13 April lalu tidak berjalan dengan baik. Selain mensosialisasikan adanya persoalan-persoalan tersebut, pihak DPD PDI-P juga akan melakukan evaluasi intern.
(http://www.kompas.com/index.php/read/xml/2008/04/19/18104597/pdi-p.somasi.kpud.jabar)
2018 tahun perubahan Prov. JAWA BARAT & Kab. BOGOR yang pasti maju.
Jangan salah pilih Coblos Gubernur & Wakil Gubernur Jawa Barat No 2 (Kang Hasan & Kang Anton).
Coblos Bupati & Wakil Bupati Kab. Bogor No 1 (Nungki - Bayu).