Kamis, Januari 08, 2009

RY Diminta Perangi Pekat

RY Diminta Perangi Pekat

Cibinong-Bupati Bogor Rachmat Yasin diminta untuk segera merealisasikan janjinya untuk membersihkan wilayah Kabupaten Bogor dari segala macam penyakit masyarakat (pekat). Apalagi, dalam janji politiknya saat masa kampanye dulu, pasangan Rahman menargetkan akan membersihkan praktek prostitusi di kawasan Parung dan sekitarnya selama enam bulan. Karena itulah, setelah dilantik menjadi bupati Bogor, Rachmat Yasin diminta untuk segera merealisasikannya. “Untuk janji bupati Rachmat Yasin dalam memberantas penyakit masyarakat, kita sudah memiliki payung hukumnya, yakni Peraturan Daerah (perda) nomor 8 tahun 2006 tentang ketertiban umum. Tinggal bagaimana bupati Bogor bersama stafnya untuk melaksanakan perda tersebut,” kata Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Bogor Arief Munandar kepada Jurnal Bogor, kemarin.

Lebih lanjut Arief Munandar mengatakan, dalam Perda nomor 8 tahun 2006 tersebut, dalam Tata Tertib Sosial diatur tentang larangan hal-hal yang mengarah pada tindakan asusila, yakni prostitusi, minuman keras (miras) porno aksi, judi dan narkoba. Untuk hukuman bagi masyarakat yang melanggar perda tersebut, diancam dengan pidana tiga bulan penjara atau denda Rp 50 juta. “Payung hukum bagi bupati untuk melaksanakan janji politiknya sudah ada. Tinggal bagaimana bupati dengan semua bawahannya melaksanakan kegiatan tersebut. Apalagi, selama ini Perda tersebut belum dijalankan secara tegas oleh mantan bupati Agus Utara. Karena itulah, kita berharap bupati Rachmat Yasin bisa segera merealisasikan janji-janjinya tersebut,” jelas Arief Munandar.

Arief Munandar mengatakan, masyarakat Kabupaten Bogor menantikan aksi yang akan dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Bogor di bawah pimpinan Rahman untuk membersihkan wilayah Kabupaten Bogor dari segala tindakan asusila seperti praktek prostitusi di kawasan Parung-Kemang, Limusnunggal Cileungsi, Gang Semen Megamendung maupun kawasan lainnya yang diindikasikan menjadi tempat-tempat lokalisasi. “Kita berharap, bupati Rachmat Yasin bisa segera merealisasikan janji politiknya tersebut. Apalagi, masyarakat Kabupaten Bogor merupakan masyarakat agamis, sehingga sangat mendukung langkah bupati untuk melaksanakan hal itu,” katanya.

Sementara itu, dalam rapat koordinasi bupati Rachmat Yasin dengan seluruh Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) yang ada di Kabupaten Bogor, Rachmat Yasin menjadikan pembersihan warung remang-remang di kawasan Parung-Kemang dan tempat lainnya menjadi program kerjanya dalam tiga bulan ini.

(www.jurnalbogor.com)

Selasa, Januari 06, 2009

Bupati Ajak Depag Berantas Prostitusi

Bupati Ajak Depag Berantas Prostitusi

CIBINONG - Bupati Bogor, Rachmat Yasin secara bertahap merealiasasikan janjinya selama kampanye. Salah satu memberantas prostitusi di Kabupaten Bogor dengan sistem nongol dibabat (Nobat). Makanya ia mengajak departemen agama (Depag) memberantas penyakit masyarakat tersebut.

“Saat ini adalah saat yang tepat untuk membangun kerjasama antara Pemkab dan Depag. Prostitusi masih marak di Kabupaten Bogor, mari kita bahu-membahu memberantas penyakit masyarakat ini,” kata bupati saat menghadiri acara hari amal bakti ke-63 Departemen Agama di pelataran Kantor Departemen Agama Kabupaten Bogor, kemarin.

Bupati pilihan rakyat pertama di Kabupaten Bogor ini juga mengharapkan masyarakat turut mendukung pemberantasan wilayah-wilayah prostitusi. “Penduduk setempat jangan memberikan fasilitas berupa kamar sewa untuk para jablai (pekerja seks komersial,red). Itu sama saja memberikan fasilitas bagi mereka. Dan dosanya sama dengan para jablai itu,” katanya.

Selain masalah penyakit masyarakat, bupati juga menginginkan sinergisitas terjalin di tingkat desa dan kecamatan. Salah satu indikasi belum adanya kerjasama antara pemerintah desa dengan Depag adalah keberadaan kantor urusan agama (KUA) yang lebih identik dalam mengurusi urusan pernikahan.

“Saya menilai keberadaan KUA sampai saat ini kurang efektif. Masih banyak persoalan lain selain pernikahan. KUA bisa bekerjasama dengan Pemdes dalam hal memberantas tumbuhnya aliran-aliran sesat,” bebernya.

Beberapa sinergisitas antara Pemkab dan Depag yang mungkin dijalin antara lain di bidang pendidikan. Selama ini Rachmat melihat antara pendidikan umum dan pendidikan agama selalu terjadi dikotomi yang tegas.

Sementara itu, menyambut ulang tahun ke-63 Depag, bupati mengimbau agar Depag memiliki gaya dalam menggelontorkan kebijakan di lapangan. “Saya lihat Depag kurang punya gaya. Depag harus bisa mengubah citra sekumpulan orangtua yang citranya hanya bisa berdoa dengan sekumpulan ulama yang memiliki kebijakan yang bisa diterima kaum muda,” katanya.

Di lain pihak, Kepala Kandepag Kabupaten Bogor Zaenal Abidin menyatakan ulang tahun ke-63 Depag menjadi momentum Depag untuk meningkatkan kinerja. “Kami berkomitmen melakukan reformasi di tubuh depag, terutama di bidang pendidikan agama,” katanya.

Dalam ceramahnya, Ketua MUI Mukri Aji juga setuju dengan Zaenal bahwa Depag harus melakukan reformasi birokrasi. Ia juga berjanji akan terus menyinergikan kegiatan MUI dengan Depag, juga Pemkab Bogor. “Jika tidak ada kerjasama, rasanya mustahil membangun budaya agama dan keagamaan di Kabupaten Bogor,” katanya.

(www.radar-bogor.co.id)

Bupati Sidak PNS

Susuri Gedung Setda Pemkab Bogor
Bupati Sidak PNS

CIBINONG - Hari pertama masuk kerja usai cuti bersama tahun baru, Bupati Bogor Rachmat Yasin melakukan inspeksi mendadak (Sidak), kemarin. Sidak ini usai apel pagi. Tak ada raut kecewa dari wajahnya. Sebab, peserta apel terdiri dari kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan aparat Setda Bogor memenuhi halaman kantor Setda Pemkab Bogor.

Tepat pukul 07:30 WIB, bupati bersama Sekda Achmad Sundawa, Asda I, Dandan Mulyadi, Asda II, Adrian Aria Kusumah, Asda III, Edi Suryahadedi dan kepala bagian Setda Bogor, menyusuri ruang kerja Sekda, asisten dan para kabag.

Bupati berharap ruang kerja mulai sekda hingga jajaran ke bawah harus nyaman. Sehingga, baik pejabat maupun aparat dapat tenang melayani masyarakat.

Kepala Bawasda Nurhayanti mengklaim aktivitas bupati ini bukan sidak melainkan hanya peninjauan ruangan saja. ''Beliau ingin mengetahui kondisi ruangan dan kantor pegawai,'' kata Nurhayanti.

Lantas seperti apa kehadiran aparat usai cuti bersama tahun baru? ''Bagus. Kami serahkan ke SKPD masing-masing. Tidak harus disidak, kami berikan kepercayaan pada SKPD untuk menerapkan disiplin kepada aparatnya,'' ujar Yanti-sapaan akrabnya.

Sedangkan Humas Pemkab Bogor, Kardenal mengatakan bupati berkeinginan apel pagi terus terlaksana untuk disiplin pegawai negeri sipil (PNS).

Bupati, kata Kardenal juga mengimbau agar aparat bekerja sepenuh hati untuk melayani masyarakat. Beliau ingin yang terbaik untuk masyarakat. Apalagi, Pak Rachmat adalah bupati pilihan masyarakat,'' jelasnya.

(www.radar-bogor.co.id)

Senin, Januari 05, 2009

PDIP Jabar Ubah Strategi Kampanye PDIP Jabar Ubah Strategi Kampanye

PDIP Jabar Ubah Strategi Kampanye PDIP Jabar Ubah Strategi Kampanye

BANDUNG – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mengubah strategi kampanye untuk menyesuaikan diri dengan aturan calon legislator (caleg) terpilih berdasarkan suara terbanyak.

Menurut Ketua DPD PDIP Jawa Barat Rudi Harsa Tanaya, partainya sudah siap mengikuti aturan baru sesuai putusan Mahkamah Konstitusi (MK) meski sempat mewacanakan perombakan daftar calon tetap (DCT). Rudi tidak secara gamblang menjelaskan perubahan strategi kampanye partainya. Yang jelas, banyak caleg PDIP ditugaskan berlaga di daerah pemilihan (dapil) yang bukan daerah asal atau domisilinya. Dengan ketentuan suara terbanyak, maka peluang mereka untuk lolos menjadi wakil rakyat tak lagi sebesar sebelumnya.

Karena itu, Rudi mengingatkan para caleg PDIP agar bisa berbagi wilayah binaan di dapil masing-masing. ”Jangan kedepankan persaingannya. Tapi utamakan kerja sama serta saling bantu karena kita datang dari parpol yang sama,PDIP,”ujarnya. Isu utama yang harus selalu diangkat setiap caleg dalam kampanye antara lain Megawati Soekarnoputri sebagai calon presiden dan visi perjuangan PDIP. Da juga mengatakan,meski parpol-parpol sudah menyesuaikan diri dengan ketentuan baru, Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Jabar sebaiknya tetap mengumpulkan para peserta Pemilu untuk membahas beberapa aspek teknis terkait perubahan ini.

Sebagai caleg nomor urut 1 untuk DPRD Jabar dari daerah pemilihan (dapil) Jabar IV (Kota Bogor dan Kabupaten Bogor),Rudi mengaku perubahan ini membuat persiapannya yang sudah mencapai 60% harus dirombak total.
(www.seputar-indonesia.com)

Minggu, Januari 04, 2009

Edison-Arihta Segera Dilantik, PAW RY-Karfat

Edison-Arihta Segera Dilantik, PAW RY-Karfat

Bogor - Setelah mengundurkan diri dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor, posisi yang ditinggalkan pasangan bupati dan wakil Bupati Bogor Rachmat Yasin-Karyawan Faturachman (Rahman) akan segera diisi oleh penggantinya. Bupati Bogor Rachmat Yasin akan digantikan oleh Arihta Surbakti, sedangkan Karyawan Faturachman akan digantikan oleh Edison Hutahean. Dalam waktu dekat ini, keduanya akan dilantik menjadi anggota DPRD Kabupaten Bogor. “Kalau melihat ketentuan dalam undang-undang yang menyatakan maksimal 6 bulan sebelum pelantikan anggota DPRD yang baru, masih bisa dilaksanakan Pergantian Antar Waktu (PAW) maka keduanya akan dilantik pada bulan Januari ini. Pasalnya, anggota DPRD yang baru, akan dilantik pada bulan Juli,” kata Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bogor Achmad Fauzi kepada Jurnal Bogor, kemarin.

Lebih lanjut Ahmad Fauzi mengatakan, KPU Kabupaten Bogor telah selesai melakukan verifikasi administrasi terhadap kedua orang calon pengganti pasangan Rahman di DPRD Kabupaten Bogor. Dari verifikasi administrasi tersebut, tidak ditemukan kejanggalan, sehingga mereka dengan mudah lolos verifikasi. Setelah itu, KPU mengirimkan surat ke DPRD Kabupaten Bogor meminta agar segera ditindaklanjuti hasil verifikasi yang dilakukan KPU. “Proses verifikasi terhadap pengganti Rahman sudah kita lakukan, dan sudah kita kirim ke DPRD Kabupaten Bogor agar segera dibuat keputusan. Dan sekarang, surat tersebut mungkin sudah berada di tangan gubernur,” jelas Achmad Fauzi.

Achmad Fauzi mengatakan, untuk pelantikan pengganti pasangan Rahman, akan dilakukan oleh DPRD Kabupaten Bogor melalui rapat paripurna DPRD Kabupaten Bogor. Rapat paripurna tersebut digelar setelah DPRD Kabupaten Bogor mendapat surat keputusan dari gubernur Jawa Barat. Terkait dengan dua PAW anggota DPRD Kabupaten Bogor lainnya yang sudah lebih dahulu diverifikasi, Achmad Fauzi mengatakan jika berkas-berkas mereka juga sudah selesai diverifikasi. “Berkas-berkas mereka sudah selesai diverifikasi. Dan ada kemungkinan mereka berempat akan dilantik secara bersamaan. Tentang pelantikan bersama ini, tergantung pada putusan gubernur Jawa Barat. Kalau surat keputusannya dibuat bersamaan, pelantikannya juga bisa bersamaan,” ujar Achmad Fauzi.

Sekedar mengingatkan, KPU Kabupaten Bogor juga sudah melakukan verifikasi PAW terhadap dua anggota DPRD lainnya, yakni Gunawah Hasan dari Partai Amanat Nasional dan Endang Ruswanto dari Partai Demokrat. Gunawan Hasan sendiri akan digantikan oleh Kamaludin, sedangkan Endang Ruswanti diganti Rifki Darmawan.

(www.jurnalbogor.com)

Sabtu, Januari 03, 2009

RY Dituntut Selesaikan Masalah Warga

Warga Minta RY Perhatikan Pembangunan Desa
RY Dituntut Selesaikan Masalah Warga

TAMANSARI - Dilantiknya Rachmat Yasin sebagai bupati Bogor yang bertepatan dengan pergantian tahun 2009, menjadi harapan baru bagi warga Tamansari menyelesaikan permasalahan infrastruktur.

Seperti warga Desa Sukaluyu Kecamatan Tamansari sudah bertahun-tahun kesulitan mendapatkan air bersih. Bahkan, warga terpaksa berjalan kaki sejauh 500 meter untuk mendapatkan air bersih. “Sudah lima tahun lebih warga kesulitan air bersih. Apalagi, untuk mendapatkannya warga harus berjalan jauh setiap harinya,” kata warga Sukaluyu Abdul Rozak.

Sedangkan untuk kebutuhan mandi cuci kakus (MCK), warga harus ke kali Ciapus. “Saya berharap dengan dilantiknya Rachmat Yasin sebagai bupati, lebih memperhatikan kebutuhan masyarakat desa. Apalagi yang menyangkut air bersih untuk kebutuhan warga,” katanya.

Tak hanya air bersih, desa yang dipimpin Ipuk Setiawan juga tidak memiliki saluran irigasi yang memadai. Akibatnya, warga Desa Sukuluyu tidak bisa lagi menanam padi. Padahal, lahan pertanian di Desa Sukaluyu seluas 35 hektare terbagi di empat kampung, diantaranya Kampung Cibodas, Cicadas, Munjul dan Ciapus Kompas.

Namun sejak 2005, saluran irigasi yang menghubungkan mata air di Cibodas hingga Ciapus Kompas yang jaraknnya sekitar 1 km kondisinya rusak parah.

Kepala Desa Sukaluyu H Ipuk Setiawan mengatakan, awal 2000 lahan pertanian di Desa Sukaluyu seluas 35 hektare menjadi salah satu mata pencarian warga sekitar. Namun karena saluran irigasinya rusak, warga kini tidak bisa lagi ke sawah.

Memanfaatkan lahan tersebut, tambah dia, warga menanam palawija seperti singkong ubi dan lainnya. Padahal kalau saluran irigasi itu berjalan baik, warga bisa mendapatkan mata pencarian yang jauh lebih besar dibandingkan menanam palawija.

“Jadi, kesejahteraan masyarakat meningkat. Saya berharap Pemkab Bogor dengan pemimpin yang baru dan tahun yang baru dapat lebih memperhatikan masyarakat kecil,” ujarnya.

Sementara warga Desa Sukaresmi berharap Pemkab Bogor membangun jembatan yang menghubungkan Desa Sukaremi menuju Desa Pasireurih, Desa Parakan dan Desa Laladon. “Infrastruktur jalan sudah bagus, tinggal jembatannya. Sekarang warga nekat menyeberang Sungai Ciapus. Saya khawatir kalau tiba-tiba ada banjir bandang yang dapat mengakibatkan korban jiwa,” kata Kepala Desa Sukaresmi Muhammad Atin.

Menurut Atin, proyek jembatan sering diajukan melalui Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan, tapi selalu kandas di tingkat Kabupaten Bogor. “Oleh karena itu, masyarakat sangat berharap pemkab dengan pemimpin yang baru dapat memberhatikan kebutuhan masyarakat Sukaresmi,” pungkasnya.
(www.radar-bogor.com)

Warga NU Minta RY Konsisten

Warga NU Minta RY Konsisten

CIBINONG - Bupati Bogor Rachmat Yasin dan Wakil Bupati Karyawan Faturachman memiliki pekerjaan rumah (PR) dan tugas berat yang harus diselesaikan secepat mungkin. Saat ini warga Kabupaten Bogor, khususnya NU, menanti perubahan pemerintahan RY seperti janji saat kampanye.

Ketua Tanfidziyyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bogor KH Abdurrahim Sanusi, tampilnya pasangan Rahman dalam tampuk kepemimpinan Bogor merupakan harapan rakyat Bogor yang sejak lama menginginkan perubahan. "Harapannya dapat mereformasi pelayanan birokrasi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat," katanya.

Sanusi optimis bupati pilihan rakyat mampu menjalankan tugas dengan baik.

Meski begitu, dia menyarankan masyarakat berpartisipasi secara nyata dalam menata Bogor ke depan sesuai kapasitas dan porsinya masing-masing. Partisipasi masyarakat sangat membantu meringankan tugas berat bupati.

“Sebagai jangkar utama, warga NU melakukan yang terbaik bagi Bogor ke depan. Karena itu, NU memberikan dukungan program bupati prorakyat. Sebaliknya NU mengawasi ketika terjadi kesalahan,” tegas pengasuh Pesantren Al-Aulia Cibungbulang ini.

Wakil Ketua PCNU Ustad D Ramdoni menambahkan, penataan Kabupaten Bogor ke depan selain melibatkan masyarakat juga daerah regional Jabodetabek. Pasalnya, berbagai persoalan saat ini dipengaruhi daerah lain.

“Seperti penataan lingkungan di Puncak itu sangat sulit tanpa keterlibatan Jakarta. Begitu juga dengan persoalan komutasi harus melibatkan daerah sekitar,” ujar pengasuh Pesantren Yasin ini.

Sedangkan Ketua Lembaga Pendidikan Maarif NU Bogor Asep Saepul Milah berharap kepemimpinan Rachmat Yasin mampu berbuat banyak dalam menata sektor pendidikan.

“Tingkat kesejahteraan dan IPM warga Bogor rendah. Bahkan angka partisipasi sekolah hanya 6,5 tahun. Artinya, warga umumnya hanya menamatkan pendidikan SD. Ini merupakan pekerjaan berat. Tapi saya yakin dengan kuatnya tekad dan niat tulus mengabdi, Bupati RY dapat mengatasinya,” paparnya.

(www.radar-bogor.com)