Senin, Mei 18, 2009

Tim Sukses: IQ Mega Tertinggi


JAKARTA - Pasangan capres-cawapres Jusuf Kalla-Wiranto (JK-Win) dan Megawati Soekarnoputri-Prabowo Subianto (Mega-Pro), Minggu (17/5) kemarin telah menjalani pemeriksaan kesehatan dan psikotes. Dari hasil tes kejiwaan, Tim Sukses Mega-Pro mengklaim, kecerdasan Mega paling tinggi dibanding calon lain.

”Hasil tes psikologi, IQ Ibu Mega paling tinggi,” kata Wakil Sekjen DPP PDI Perjuangan Agnita Singedikane di kediaman Mega, Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (17/5).

Mega tiba di kediaman pukul 17.30 setelah menjalani pemeriksaan kesehatan sekitar 10 jam di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta Pusat. ”Ibu Mega memang paling akhir selesai pemeriksaannya, karena harus menjalani pemeriksaan papsmir (kandungan),” ujar Agnita. 

Sementara itu, JK optimistis akan lolos pemeriksaan kesehatan yang dilaksanakan di RSPAD. ”Saya jogging 30 tahun, Insya Allah saya lolos,” ujar JK kepada wartawan di selesa-sela pemeriksaan.

JK mengaku selalu berobat di dalam negeri. ”Kita harus percaya kepada dokter-dokter kita,” ujarnya.

Beberapa menit setelah JK keluar dari RSPAD, Wiranto juga selesai menjalani pemeriksaan. Wiranto bercerita telah menjawab setidaknya 500 pertanyaan tes psikologi. ”Tadi ada yang bertanya tes psikologinya bagaimana? Saya tidak bisa menjelaskan karena ada 500 pertanyaan lebih,” ujar Ketua Umum Partai Hanura ini.

Dia mengatakan telah menjalani pemeriksaan dua kali, mental dan fisik. ”Beruntung kita tidak yang termasuk sakit jiwa,” kelakarnya.

Kepala RSPAD Brigjen TNI dr Supriyantoro SpP Mars mengatakan, capres perempuan diwajibkan menjalani pemeriksaan tambahan, yaitu pemeriksaan kandungan. Namun, Mega tetap optimistis akan lolos tes kesehatan. ”Optimis,” ujarnya kepada wartawan di Kedokteran Nuklir RSPAD.
(http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/05/18/05564312/tim.sukses.iq.mega.tertinggi)

Sabtu, Mei 16, 2009

50 Anggota DPRD Kabupaten Bogor Ditetapkan

50 Anggota DPRD Kabupaten Bogor Ditetapkan 

Sebanyak 50 anggota DPRD Kabupaten Bogor, hasil pemilu legislatif (Pileg) 9 April 2009, ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bogor, di gedung Serbaguna I, Komplek Perkantoran Pemkab Bogor, Sabtu (16/5).

Dalam rapat pleno penetapan hasil perolehan suara dan jumlah kursi tingkat Kabupaten Bogor yang berlangsung sejak pukul 10.00-13.00 WIB tersebut dihadiri oleh wakil Bupati Bogor dan sejumlah pimpinan parpol serta beberapa unsur Muspida dilingkungan Pemkab Bogor.

Ketua KPU Kabupaten Bogor, Ahmad Fauzi mengatakan Rapat pleno Penetapan ini sesuai dengan Surat Keputusan KPU Nomor 20 tahun 2008 jadwal tahapan pelaksanaan pemilu legilatif 2009, dalam surat tersebut dijelaskan bahwa penetapan perolehan kursi dilakukan antara tanggal 15-17 Mei 2009.
Dan kami memilih tanggal 16 Mei untuk melaksanakan rapat pleno penetapan perolehan kursi, kata Ahmad Fauzi.
Dan berdasarkan Peraturan KPU Nomor 15 tahun 2009 tentang tatacara penetapan kursi dan calon terpilih, disebutkan KPU Kabupaten/Kota memberitahukan hasil tersebut kepada pimpinan parpol, Panwaslu, DPRD, maupun kepada caleg terpilih.
Berdasarkan hasil penghitungan perolehan jumlah kursi Partai Demokrat memperoleh kursi terbanyak 14 kursi, PDIP sebanyak 8 Kursi, Partai Golkar 7 Kursi, PKS 6 kursi, PPP 6 kursi, Gerindra 5 kursi, PAN 3 kursi dan Hanura 1 kursi.
Anggota terpilih

Ke-50 anggota dewan terpilih tersebut yakni

Partai Demokrat, Albiner Banjarnahor, Dedi Mulyadi, Dewi Neni Nurhaeni, Junaedi Sirait, Mohamad Hanafi, Taufik Hidayat, N Eti Sunarti, Chusnul Chotimah, Iyus Djuher, Kamal Suparman, Ati Ruhiyati, Irman Nurahman, dan H Nuraya. 

PDIP yakni Edison Hutahean Suprijanto, Bambang Gunawan, Dian Rosita, Abdul Rahman, Halim Yohanes, Ida Royani dan Wawan Risdiawan.

Partai Golkar Fitri Putra Nugraha, Sanapi, Wawan Hikal Kurdi, Hasanabe, Erwin Najmudin, Ade Ruhandi, Tohawi. 

PKS yakni Hj Ida Farida Darwi, Eko Syaiful Rohman, Sumarli, Wasto, Dadeng Wahyudi, Sadari.

PPP yakni Ade Munawaroh, Rasim Kusba, Teuku Hanibal, Muhamad Romli, Ruskandi, Rifdian Suryadarma.

Partai Gerindra Kukuh Sri Widodo, H Andi, Iwan Setiawan, Haerul Anwar, Andri Yudha Wirasakti,

PAN yakni Usep Saefullah, Permadi, Maryono, dan Partai Hanura, Hendrayana.

(http://www.hupelita.com/baca.php?id=71112)

Menanti "Perang" Image SBY-Boediono Vs Mega-Prabow


JAKARTA — Tiga kontestan pemilihan presiden sudah di depan mata. Ada SBY-Boediono, Jusuf Kalla-Wiranto, dan yang paling gres Megawati-Prabowo. Coba kita lihat, kira-kira pencitraan (image) seperti apa yang dibangun ketiganya.

Peneliti Lembaga Survei Indonesia (LSI) Burhanuddin Muhtadi melihat, kemungkinan 'perang' seru akan terjadi antara pasangan SBY-Boediono dengan Megawati-Prabowo. Pasalnya, menurut dia, kedua pasangan ini memiliki image yang sangat bertolak belakang. Burhanuddin menyebutnya contrasting image.

Menggandeng Boediono, membuat kubu SBY harus bekerja keras menepis image yang ditabalkan pada Gubernur Bank Indonesia itu, yang dicap sebagai penganut mazhab neoliberalisme yang lebih berpihak ke asing. Boediono sudah membantahnya saat memberikan pidato politik perdananya, di Sabuga, Bandung, ketika deklarasi malam tadi.

"Memang bisa menjadi bahan untuk saling menyerang, cap yang sering disebut bahwa Boediono lebih berpihak ke asing. Walaupun belum tentu benar. Tapi akhirnya ada contrasting image yang mau tidak mau akan terbangun antara pasangan SBY-Boediono dan Mega-Prabowo. Antara kelompok yang mengidentitaskan diri sebagai pejuang ekonomi kerakyatan vs liberal," papar Burhanuddin, dalam perbincangan bersama Kompas.com, beberapa waktu lalu.

Megawati dan Prabowo sendiri tampaknya ingin meneguhkan citranya sebagai pemimpin yang lebih pro wong cilik. Hal itu tergambar pula pada pernyataan keduanya, saat memberikan keterangan pers mengenai kepastian mereka berpasangan sebagai capres dan cawapres.

"PDI Perjuangan-Gerindra mempunyai komitmen besar pada Pancasila, kedaulatan ekonomi, berpihak pada wong cilik, petani, nelayan, guru, pedagang kecil, dan mereka yang sampai saat ini masih dalam keadaaan susah," janji Prabowo.

Bahkan, keduanya telah pula bersepakat berbagi peran. Prabowo ditugaskan mengurusi segala hal yang berkaitan dengan ekonomi kerakyatan, jika terpilih nanti. Megawati juga menjanjikan, bersama pasangannya akan menciptakan bangsa yang mandiri dengan mengedepankan ekonomi kerakyatan.

"Mega dan Prabowo memang selalu mengatakan bahwa mereka pro terhadap wong cilik, anti-investasi asing. Sedangkan SBY-Boediono dicitrakan cenderung ke kapitalisme internasional. Walaupun hanya permainan citra. Keluarga Prabowo juga memiliki usaha besar yang berafiliasi asing. Intinya, bagaimana mereka bisa bermain citra," ujar Burhanuddin.

Bagaimana dengan JK-Wiranto?

Pasangan usungan Golkar-Hanura ini relatif memilih pencitraan yang lain. Dengan tagline "Lebih cepat lebih baik dengan hati nurani", keduanya ingin menunjukkan karakter pemimpin yang tegas, cepat dalam mengambil keputusan dan tidak peragu. Sebuah iklan di mana JK kembali menyingsingkan lengan bajunya, sudah tayang di televisi.

Kekuatan modal dan seberapa mampu memanfaatkan pencitraan di media, telah memberi bukti keefektivitasan untuk mendongkrak suara pada pemilu legislatif lalu. Sebagai incumbent, SBY pasti juga memiliki sokongan dana yang kuat. Prabowo juga tak jauh berbeda. Berani iklan berbulan-bulan pada pemilu lalu, menunjukkan bahwa ia sudah menyiapkan logistik yang tak sedikit.

Siapa yang memenangkan 'perang' image ini? Siapkan mata, siapkan telinga, dan siapkan memori Anda terhadap janji-janji politik mereka di iklan-iklannya. Kita nantikan bersama....
(http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/05/16/1122181/menanti.perang.image.sby-boediono.vs.mega-prabowo)

Megawati-Prabowo Serukan Pilpres Jurdil

Jakarta - Pasangan kandidat presiden dan wakil presiden Megawati Soekarnoputri dan Prabowo Subianto menyerukan penyelenggaraan Pemilu Presiden 2009 yang jujur, adil, langsung, umum, bebas dan rahasia. 

Dalam deklarasinya sebagai pasangan capres/cawapres, di Jakarta, Jumat malam, Ketua Umum PDI-Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengharapkan pemerintahan sekarang menyelenggarakan Pilpres yang jujur, adil, langsung, umum, bebas dan rahasia demi tegaknnya demokratisasi di Indonesia.

"Seperti diketahui, pada pemilu legislatif kemaren banyak hal yang telah terjadi yang tidak mungkin saya sebutkan lagi, tetapi saya berharap itu tidak terulang lagi sehingga cita-cita kemerdekaan dan demokratisasi di Indonesia dapat diwujudkan," ujarnya.

Seruan senada diungkapkan Prabowo Subianto yang mengatakan Pilpres mesti dilaksanakan dengan jujur, bersih, adil, dan demokratis.

"Semua pengalaman dan kekurangan yang terjadi selama Pemilu Legislatif dapat diatasi dan diperbaiki demi masa depan bangsa dan negara Indonesia yang lebih baik," katanya.

Deklarasi pasangan capres/cawapres Megawati Soekarnoputri-Prabowo Subianto dilaksanakan di kediaman Megawati di Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat, setelah melalui pembahasan yang lama dan alot.

Rencananya pasangan capres/cawapres yang diusung PDI-Perjuangan dan Gerindra ini akan mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Sabtu (16/5) siang.
(http://pemilu.antara.co.id/view/?tl=megawati-prabowo-serukan-pilpres-jurdil&id=1242408184)

PDIP Jabar Siap Menangkan Mega-Prabowo

Jakarta - Ketua DPD PDIP Jawa Barat (Jabar) Rudy Harsa Tanaya, Sabtu dini hari, mengatakan siap memenangkan pasangan calon presiden (Capres) dan calon wakil presiden (Cawapres) Megawati-Prabowo pada pemilihan presiden (Pilpres) 2009.

"Jabar siap mengerahkan segenap massa PDIP untuk memenangkan pasangan Ibu Mega dan Pak Prabowo," kata Rudy usai pengumuman deklarasi Mega-Prabowo sebagai Capres dan Cawapres koalisi PDIP-Gerindra.

Rudy berjanji akan segera mengundang seluruh ketua cabang PDIP se-Jabar untuk segera masuk dalam program kerja pemenangan pasangan Mega-Prabowo.

Mantan bakal calon Gubernur Jabar itu menuturkan, PDIP maupun Gerindra sebagai partai pengusung memiliki waktu sekitar 50 hari kerja sebelum pelaksanaan pilpres untuk mengefektifkan mesin politik dalam rangka pemenangan pasangan Mega-Prabowo.

Rudy mengungkapkan sejak awal DPD PDIP Jabar mengajukan Mega-Prabowo untuk menjadi Capres dan Cawapres, karena partai tersebut memiliki visi dan misi yang sama dengan Partai Gerindra, yakni berpihak pada "wong cilik" (rakyat kecil).

"Prabowo juga merupakan generasi muda yang memiliki bakat," katanya.

Disinggung target suara yang akan diraih DPD PDIP Jabar untuk pemenangan Mega-Prabowo terkait dengan raihan pada pemilihan legislator, Rudy menjelaskan perolehan suara pada pemilu 9 April 2009 tersebut tidak bisa dijadikan parameter pada Pilpres.

"Pengaruh ketokohan Mega dan Prabowo cukup kuat di Jabar sehingga kita optimistis bisa meraih suara banyak pada pilpres mendatang," kata Rudi.
(http://pemilu.antara.co.id/view/?tl=kanal-pemilu-pdip-jabar-siap-menangkan-mega-prabowo&id=1242408457)

Jumat, Mei 15, 2009

Mega-Prabowo Harapan Baru Indonesia Jaya

Mega-Prabowo Harapan Baru Indonesia Jaya 

PDI Perjuangan dan Partai Gerindra resmi mengusung pasangan Hj. Megawati Soekarnoputri dan H. Prabowo Subianto sebagai pasangan capres-cawapres pada pemilihan presiden 2009. Pengumuman resmi tersebut digelar dengan cara sederhana dan hikmat di “Rumah Perjuangan”, Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat (15/5).

"Hari ini, Jumat, 15 Mei 2009, telah disepakati bahwa Ibu Hj. Megawati Soekarnoputri dan Bapak H. Prabowo Subianto akan maju sebagai pasangan capres dan cawapres," ungkap Sekjen PDI Perjuangan, Pramono Anung didampingi oleh Hj. Megawati Soekarnoputri dan H. Prabowo Subianto.

Pengumuman duet Mega-Prabowo itu segera disambut massa pendukung Mega-Prabowo dengan yel-yel “Hidup Mega-Prabowo Harapan Baru Indonesia”. Sejak pagi hari memang para pendukung Mega-Prabowo telah berdatangan memadati “Rumah Perjuangan”. Mereka sabar bertahan hingga malam hari karena ingin mendengarkan secara langsung keputusan final yang akan diucapkan oleh Hj. Megawati Soekarnoputri.

Dalam kesempatan itu, Hj. Megawati Soekarnoputri menyampaikan tekadnya untuk berjuang serta menegakkan NKRI, Pancasila dan menyejahterakan rakyat Indonesia. “Kami ingin berjuang bersama dalam rangka menegakkan NKRI, Pancasila dan menyejahterakan rakyat Indonesia melalui ekonomi kerakyatan yang berdasarkan penugasan dan di dalam rangka menjalankan apa yang telah diinginkan founding fathers kita, Bung Karno, untuk bisa berdiri di atas kaki sendiri," tegas Mega. 

Ketua Umum PDI Perjuangan ini juga tak lupa mengucapkan syukur karena di penghujung waktu batas akhir pendaftaran pasangan calon ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah berhasil membuat kesepakatan dengan baik. 
Capres paling cantik ini selanjutnya menjelaskan bahwa dirinya telah berbagi tugas dengan cawapresnya dalam menyejahterakan rakyat Indonesia. “Insya Allah kalau mendapat dukungan dari rakyat dan Allah SWT, maka kalau saya terpilih menjadi Presiden RI kembali dan Bapak Prabowo sebagai wapres saya, dalam penugasan yang akan ada pada Beliau, Beliau akan melaksanakan tugas yang berkaitan dengan ekonomi kerakyatan dan tentunya hal-hal yang bersifat konstruktif akan dilakukan kita bersama," terang Mega.
(http://www.megaprabowo.com/index.php?/mega-prabowo-harapan-baru-indonesia-jaya.html)

"Mega Pro" Bergema di Teuku Umar


JAKARTA — Beberapa spanduk besar bertulisan "Mega-Prabowo, Harapan Baru Indonesia", ternyata sudah disiapkan oleh para simpatisan PDI Perjuangan yang mendukung pencapresan Megawati Soekarnoputri. Menjelang jumpa pers pengumuman pasangan capres yang hampir dipastikan bersama Prabowo Subianto, para pendukung Mega mulai memasang dan mengusung spanduk tersebut.

Teriakan "Hidup Mega Pro (singkatan Prabowo)" juga mereka lontarkan berulang-ulang. Ini merupakan sinyal kepastian pasangan Megawati-Prabowo menjadi pesaing dua pasangan sebelumnya, Jusuf Kalla-Wiranto dan SBY-Boediono.

Selain meneriakkan yel-yel, para pendukung ini juga memberikan orasi yang pada intinya mendukung pengusungan pasangan Megawati-Prabowo. Sekitar pukul 21.30, beberapa petinggi Partai Gerindra, seperti Sekjen Ahmad Muzani, juga telah tiba di kediaman Mega, Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat.
(http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/05/15/22134620/mega.pro.bergema.di.teuku.umar)