Rabu, Juli 31, 2013

KPUD Umumkan Kekayaan Pasangan Calon


Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Bogor umumkan hasil verifikasi laporan harta kekayaan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Bogor. Pengumuman ini sebagai tindak lanjut dari laporan kekayaan yang sudah dilaporkan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebelumnya. Hari ini Senin (29/7) dihadapan media massa dan partai politik KPUD umumkan hasil tersebut di aula kantor KPUD, Cibinong. Ketua KPUD Kabupaten Bogor, Achmad Fauzi mengatakan, sebelumnya empat pasang calon sudah melakukan laporan kekayaan masing-masing kepada KPK, selanjutnya dilakukan verivikasi, dan hasil tersebut diserahkan kepada KPUD untuk diumumkan kepada publik.
“KPUD tidak mempunyai hak menjelaskan langsung mengenai hasil verivikasi, itu merupakan amanat dari KPK. KPUD hanya berhak mengumumkan hasil verivikasi kepada publik melalui media massa. Olehkarenanya hari ini kita undang media cetak dan elektronik serta pasangan calon yang bersangkutan untuk membahasnya”, papar Achmad. Hasil Verifikasi KPK, calon Bupati Gunawan Hasan memiliki harta kekayaan sebesar Rp.5.016.611.483, calon Bupati Alex Sandi sebesar Rp.4.235.041.541, Calon Bupati Rachmat Yasin sebesar Rp.7.873.401.720, dan calon Bupati Karyawan Faturachman sebesar Rp.3.031.861.074. Terkait soal pengumuman tersebut, calon Bupati Karyawan Faturachman, mengatakan, release dari KPK tidak sesuai dengan yang saya ajukan. Harta tidak bergerak sebenarnya hanya ada tiga bidang tapi disebutkan di sini ada tujuh bidang. Kemudian dalam lima tahun tahun terakhir tidak ada penambahan aset tidak bergerak. Dengan segala hormat ini saya sampaikan apa adanya jadi di hasil tersebut ada kekeliruan.
“Benda bergerak di sini, masih ada yang dicatat padahal benda tersebut sudah tidak ada. Contohnya, mobil dengan merk Nissan Terano sudah tidak ada karena kami jual. Artinya tidak ada fisiknya di saya tapi ada di data, yang jelas akan saya laporkan kembali kesalahan ini. Harta saya sebetulnya 1 miliyar 566 juta rupiah lebih dan kini berkurang menjadi 1,4 miliyar rupiah saja”, jelas Karfat.. Pasangan calon yang terlebih dahulu datang yakni pasangan Alex Sandi dan Hengky Tornado atau pasangan perseorangan dengan nomor urut dua. Kemudian pasangan berikutnya yang hadir melaporkan kekayaannya adalah pasangan nomor urut empat, Karyawan Faturachman dan Adrian W.Kusuma. Selanjutnya disusul pasangan nomor urut satu Gunawan Hasan dan Muhammad Akri, kemudian pasangan nomor urut tiga, Rachmat Yasin dan Nurhayanti. Keempat pasang calon diterima Ketua KPUD Kabupaten Bogor Ahmad Fauzi dan para komisioner. Hadir pada kesempatan tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor Adang Suptandar, Ketua Panitia Pengawas Pemilu Yana.(Rido/Diskominfo Kabupaten Bogor) 
(http://www.bogorkab.go.id/2013/07/30/kpud-umumkan-kekayaan-pasangan-calon/#more-10457)

Jumat, Mei 10, 2013

BIOGRAFI H. KARYAWAN FATHURACHMAN, SH,MH


BIOGRAFI H. KARYAWAN FATHURACHMAN, SH,MH


Nama : H. Karyawan Fathurachman, SH,MH
Lahir di Bogor, tanggal 13 Pebruary 1963 dengan nama panggilan sehari-hari Wawan Khusnun, sebagai anak 11 dari 12 orang bersaudara.
Tempat tinggal di Kelurahan Karadenan, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor.

Istri: Hj. Dra. Saptariyani, seorang Alumni FKIP-UIK Bogor, dan telah dikaruniai 2 (dua) anak, yaitu :
1. PROLETINA PUSPANEGARA, Perempuan yang lahir di Bogor pada tanggal 20 Mei 1996; dan
2. GALIH CAKRABUANA, Laki-laki yang lahir di Bogor pada tanggal 29 Juli 1998.

Bapak: H. Entol Muchamad Khusnun, Lahir di Menes Benten, tanggal 12 Desember 1911 adalah seorang Perintis Kemerdekaan republik Indonesia yang sempat terpilih menjadi Rois Nahdatul Ulama (NU) untuk wilayah Banten dan Lampung pada Muktamar Pertama Nahdatul Ulama (NU) yang diselenggarakan di Kabupaten Pandeglang-Banten Tahun 1938.
Pondok Pesantren Al-Choeriyah di Citangkil Kabupaten Serang-Banten, merupakan Lembaga Pendidikan yang pernah dipimpinnya dimasa pendudukan Belanda. Pendidikan Formal yang pernah ditempuhnya HIS, MULO B, dan AMS (Algemein Midelbaar School) di Batavia.

Ibu: Hj. Siti Halimah, dilahirkan di Sukaraja - Bogor, tanggal 20 Januari 1925. Pendidikan terakhirnya Vorvoleg (Sekolah Kepandaian Putri).
Hanya seorang Ibu rumah tangga biasa yang karena amal bhaktinya kepada nusa, bangsa dan negara dalam merebut dan mempertahankan Kemerdekaan RI, telah mendapatkan pengakuan dan penghargaan dari Pemerintah RI sebagai Veteran Pejuang Kemerdekaan.

Pendidikan :TK - SD Regina Pacis Bogor,
SMPN 1 Bogor,
SMA Negeri 1 Bogor,
Sarjana Hukum Univ. Pakuan,
Magister Hukum Univ. Jayabaya & Masih pendidikan doktoral

Organisasi :
Pengurus OSIS di SMP tahun 1979. 
Pengurus OSIS di SMU tahun 1981.
Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Pakuan Bogor tahun 1986.
Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Pakuan Bogor tahun 1987.
Ketua Perhimpunan Penempuh Rimba dan Pendaki Gunung "Satya Soedirman" Bogor tahun 1983.
Anggota Badan SAR Nasional tahun 1984.
Pemuda Demokrat. 
GSNI 
GMNI

Pengalaman Politik :
1. Koordes PDI Desa Kedunghalang, 1982-1987;
2. Koorcam PDI Kecamatan Kedunghalang, 1987-1992;
3. PAC PDI Kecamatan Sukaraja, 1992-1997;
4. Wakil Sekretaris DPC PDI Kabupaten Bogor, 1997-1999;
5. Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bogor, 1999-2003;
6. Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bogor, 2005-2010;
7. Pendidikan Politik Generasi Muda Kabupaten Bogor, 1986;
8. Kursus Kader Partai, 1991;
9. T.O.T Petugas Pemilu Partai, 2002;
10. Kursus Kader Partai Tingkat Madya, 2001;

Pekerjaan :
1. Guru SMA Bina Sejahtera Bogor untuk mata pelajaran Sosiologi, Antropologi, Tata Negara (1986).
2. Pengacara Perselisihan Perburuhan, tahun 1987.
3. Wiraswasta bidang Jasa Bogo, Catering Service, tahun 1996.
4. Ketua Fraksi PDI Perjuangan Masa Bakti 1999-2004.
5. Wakil Ketua DPRD Masa Bhakti 2004-2009.

Hobi :
Mendaki Gunung, Hiking, Sepak Bola, Bulu Tangkis.

Buku Favorite :
Dibawah Bendera Revolusi, Materialisme Dialegtika dan Logika, Al-quran

Film Favorite :
Biografi atau Riwayat Perjuangan Hidup

Musik Favorite :
Semua musik ...

TV Shows Favorite :
Sejarah, Penegakan Hukum dan Autobiografi.

Bintang :
Aquarius

Motto Hidup :
- Kejujuran adalah mata uang yang berlaku di mana-mana.
- Adalah tidak mungkin menjadi orang yang serba tahu, tetapi paling tidak jadilah orang yang tahu walau serba sedikit karena dengan itulah kita akan membangun masyarakat Kabupaten Bogor.
-Memang kami bukan yang terbaik, tetapi kami berusaha untuk menjadi lebih baik.

Kontak & info :
Siapa pun yang berdomisili dan berasal dari Kabupaten Bogor dan Sekitarnya..

Hubungi kami di :
Kantor FPDIP DPRD dan DPC PDIP Kab. Bogor.

Menghubungi karyawan fathurachman di Email : wawankusnun@yahoo.com

Terima kasih atas info dan masukan yang anda berikan..

Insyaallah akan kami perjuangkan untuk diwujudkan...

Sebelumnya kami mohon maaf atas keterbatasan kami, jika kami tidak mampu memperjuangkan aspirasi anda di DPRD Kabupaten Bogor, karena Anggota FPDIP hanya delapan orang (8 kursi) atau sekitar 16%.

Hal tersebut tidak memadai untuk mengambil keputusan penting untuk rakyat Bogor khususnya, umumnya rakyat Jawa Barat dan Indonesia..

Walaupun begitu, kami senantiasa akan hadir bersama dan untuk rakyat..


Catatan :
VISI dan MISI
Memimpin Kabupaten Bogor

Visi : Meningkatkan Kesejahteraan Sosial Masyarakat

Misi : 4 (Empat) Pilar Kesejahteraan Sosial Rakyat
1. Menciptakan Kedaulatan Pangan1.1. Sasaran :
- Terpenuhinya kebutuhan pangan masyarakat
- Meningkatkan produksi beras daerah
- Melepaskan ketergantungan terhadap pasokan daerah lain / Luar Negeri
- Menjadikan Bogor sebagai lumbung beras Nasional.

1.2. Langkah :
- Rekruitmen tenaga kerja ahli calon PPL bidang pertanian, perkebunan, perhutanan.
- Penanaman pohon dihulu sungai sebagai daerah tangkapan air.
- Pembuatan bendungan, waduk, jaringan irigasi teknis
- Pembuatan sawah baru
- Penyediaan bibit padi unggul dan pupuk
- Pembuatan sumur resapan bagi setiap pemberian IMB
- Penyediaan teknologi pasca panen
- Memperbaiki jaringan infra struktur dan transportasi
- Penguasaan tata niaga pasar melalui BUMD
- Adakan kompetisi tahunan bidang pertanian
- Mendirikan Bank Perkreditan Rakyat di tiap kecamatan untuk mendukung pengembangan ekonomi pedesaan.


2. Meningkatkan Pelayanan Kesehatan
2.1. Sasaran :
- Meningkatkan angka harapan hidup
- Mencukupi kebutuhan gizi masyarakat
- Dipahaminya pola hidup sehat, alami tanpa ketergantungan obat kimia
- Meningkatkan pelayanan kesehatan bagi penderita penyakit dan pasien kecelakaan secara maksimal

2.2. Langkah :
- Rekruitmen tenaga para medis, dokter, bidan desa, mantra sesuai dengan rasio jumlah penduduk
- Pembangunan rumah jaga dokter puskesmas
- Pembangunan rumah bidan di tiap desa
- Penyediaan obat murah alami
- Pembangunan jaringan air bersih
- Pembuatan MCK dan jamban keluarga

3. Meningkatkan Kualitas Penyelenggaraan Pendidikan
3.1. Sasaran :
- Meningkatkan kualitas SDM, agar berdaya saing tinggi
- Pemberantasan buta huruf
- Penuntasan wajib belajar dikdas 9 tahun GRATIS.

3.2. Langkah :
- Tingkatkan kesejahteraan guru dengan memberikan gaji berikut tunjangan yang cukup
- Pembangunan rumah dinas Kepala Sekolah dan penjaga sekolah
- Berikan kredit pemilikan rumah bagi para guru
- Perbaikan fisik gedung sekolah tidak dengan sistem tender tetapi dengan swakelola
- Membuat perda larangan mempekerjakan tenaga kerja anak usia sekolah
- Penataan ulang terhadap penyelenggaraan kursus, bimbingan belajar, les privat, yayasan.
- Mendorong partisifasi pihak swasta dalam pengelolaan sekolah


4. Pemberdayaan Angkatan Kerja
4.1. Sasaran :
- Terserapnya semua tenaga kerja terutama yang berpendidikan rendah dan tidak terampil
4.2. Langkah :
- Membuka pintu investasi bagi industri ekonomi di 40 Kecamatan dan menciptakan iklim ekonomi yang sehat.
- Buat kontrak dengan bukog, bahwa Bogor sebagai daerah penyedia pangan
- Mendirikan aneka pabrik pengelolaan pangan di 40 Kecamatan
- Merangsang pengembangan industri rumah tangga dan penyediaan pasar.



Jika hal tersebut diatas telah terpenuhi dalam arti masyarakat sudah tidak lapar (tidak melarat) dan rakyat sudah tercerahkan (tidak bodoh/tidak mudah dibohongi), maka kami sudah dapat melangkah untuk menuntaskan persoalan Akhlak - Moral, Supremasi Hukum, Keamanan - Ketertiban, Penataan Birokrasi, dll.

Harapan kami semua pihak yang berkepentingan turut serta membantu dan mendukung kami untuk menyelesaikan tanggung jawab tersebut..


Salam Hangat dan Juang selalu...
facebook : http://www.facebook.com/karyawan.faturachman
(http://bupatibogor.com/index.php?option=com_content&view=article&id=71:biografi-h-karyawan-fathurachman-shmh&catid=4:profil&Itemid=79)







Senin, Juli 23, 2012

Profil Jokowi di situs World Mayor banjir testimoni

Profil Joko Widodo, Wali Kota Surakarta dan Calon Gubernur DKI Jakarta serta salah satu nominasi wali kota terbaik sejagat di situs www.worldmayor.com mulai dibanjiri para pemilih. Hal itu terlihat dari sekitar 30 testimoni dibuat oleh para pendukungnya.

Rata-rata para pemilih Jokowi sapaan akrab Joko Widodo, menuliskan komentar dalam bahasa Inggris. Hanya satu orang menuliskannya dalam bahasa Indonesia, yakni Jokondho asal Surakarta, seperti dilansir dari situs www.worldmayor.com, Minggu (22/7).

Komentar terpanjang ditulis oleh Agus S. Dia memaparkan beberapa keberhasilan Jokowi dalam membangun Kota Solo. Dia menyinggung mengenai prestasi lulusan Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada tentang efisiensi birokrasi, utamanya dalam hal pengurusan administrasi warga ditingkat kelurahan hingga kecamatan.

Sementara itu, seseorang bernama Lita menulis komentar menyanjung sikap Jokowi tidak pernah mengambil honornya sebagai wali kota selama lima tahun. Hal itu terjadi lantaran dia mendapatkan penghasilan lebih dari cukup dari usaha furniturnya. Selain itu dia menuliskan Jokowi adalah sosok sederhana, bersahaja, serta bebas dari tindak korupsi.

Beberapa komentar lainnya umumnya sama yakni memuji keberhasilan Jokowi mengubah Kota Bengawan menjadi lebih bersih dan baik. Selain itu dia juga dianggap sukses dalam mempromosikan Solo lewat jalur kebudayaan.

Batas akhir pemilihan walikota terbaik sejagat versi world mayor ditutup pada pertengahan Oktober tahun ini. Setelah itu pemenangnya bakal diumumkan awal Desember.

Saat ini terdapat 25 calon, termasuk Wali Kota Solo Joko Widodo, akrab disapa Jokowi, dan Wali Kota Tel Aviv, Israel, Ron Huldai. Semua kandidat berlomba-lomba menjadi pemimpin terbaik di mata warga mereka. Ini dilihat dari tingkat kepuasan penduduk atas kinerja wali kota dan kenyamanan layanan publik tersedia. Jika Anda pendukung Jokowi, maka jangan lupa sumbangkan suara serta komentar Anda ke situs www.worldmayor.com.

Sumber: Merdeka.com & jakartabaru.co

Senin, Juli 16, 2012

Ini Rahasia Kemenangan Jokowi-Ahok Meski Tanpa Politik Pencitraan

Di balik pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta yang bertarung pada putaran pertama Pilkada DKI Jakarta terdapat banyak konsultan politik yang bergerak. Mereka berperan menganalisis dan memberikan rekomendasi tentang strategi politik apa yang harus dilakukan para kandidat. Mereka pula yang memoles citra para kandidat itu dengan segala media sosialisasi dan program yang disiapkan.

Namun, politik pencitraan itu justru nyaris bukan menjadi salah satu pekerjaan utama konsultan politik dalam mengerjakan kampanye Jokowi-Ahok. Hal ini diungkapkan Direktur Eksekutif Cyrus Network, Hasan Nasbi, Jumat (13/7/2012), saat dihubungi wartawan. Adapun, Cyrus Network merupakan salah satu konsultan politik yang dipakai oleh Jokowi-Ahok.

"Jokowi-Ahok itu prinsipnya adalah barang bagus. Barang bagus itu lebih mudah dijual," ungkap Hasan. Hasan mengatakan, kekuatan utama kampanye Jokowi-Ahok ada pada sosok keduanya. Sisanya, baru adu strategi politik. "Tetapi, kalau strateginya sama canggih, tetapi kualitas barangnya lebih baik, maka barang yang lebih baik itu yang akan disukai," ucap Hasan beranalogi.

Dia melanjutkan, ada beberapa indikator yang membuat sosok keduanya disebut memiliki kualitas mumpuni. Pertama, Jokowi-Ahok dikenal memiliki track record memimpin daerahnya masing-masing yang baik. Jokowi merupakan Walikota Solo, sementara Ahok pernah menjabat sebagai Bupati Belitung Timur. Kedua, Jokowi-Ahok, diakui Hasan memiliki jejak yang bersih sebagai birokrat dan politisi. Mereka tidak pernah terlibat kasus apa pun.

"Keduanya juga punya terobosan. Sulit mencari pemimpin yang bersih tapi punya terobosan juga, ini langka," katanya.

Oleh karena itu, dengan sosok Jokowi-Ahok yang unik itu, Hasan mengatakan pihaknya tidak terlalu sulit membuat citra bagi keduanya. "Politik pencitraan itu bahkan sama sekali tidak ada. Karena mereka tampil apa adanya. Jokowi yang suka garuk-garuk kepala, Jokowi yang ketawa kalau tidak bisa menjawab, yah memang apa adanya mereka begitu," imbuh Hasan.

Jokowi-Ahok juga memiliki naluri tersendiri untuk dekat dengan rakyat. Sehingga, hipotesa awal yang menyebutkan bahwa keduanya akan sulit menembus masyarakat kelas bawah yang dikuasai Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli justru terbantahkan.

"Jokowi itu dari awalnya memang nggak ada potongan jadi pejabat. Orang melihat dia sama seperti rakyat biasa. Dia lebih suka makan warteg dari pada restoran, lebih suka naik ojek saat macet ya memang demikian adanya. Kami tidak membuat-buat citra itu," papar Hasan.

Selain itu, Hasan mengaku pihaknya juga merasa terbantu dengan adanya momentum di mana masyarakat sudah mulai muak dan antipati dengan Pilkada DKI yang tidak menawarkan perubahan.

"Tiba-tiba muncul nama Jokowi, masyarakat melihat ada perubahan itu. Kami terbantu dengan momentum frustasi masyarakat yang sedemikian kuatnya menghendaki perubahan," imbuhnya.

Alhasil, Jokowi-Ahok pun berhasil menyodok posisi teratas peroleh suara, mengalahkan calon petahana Fauzi Bowo yang berduet dengan Nachrowi Ramli. Hasan menganggap bahwa seharusnya Jokowi-Ahok bisa menang satu putaran. Hal ini berdasarkan survei yang dilakukan pihaknya pada awal Juli 2012. Namun, pencapaian peringkat teratas ini, diakui Hasan, tetap harus disyukuri.

"Jokowi-Ahok baru muncul 4 bulan yang lalu tapi bisa langsung bisa mendapat hasil ini, memang terbilang memuaskan," pungkas Hasan.

Berdasarkan hasil hitung cepat Litbang Kompas, Pilkada DKI Jakarta dipastikan akan berlangsung dua putaran karena tidak ada calon yang berhasil meraih 50 persen+1 suara. Pada putaran pertama, dua pasangan calon yang lolos ke putaran berikutnya yakni Jokowi-Ahok dengan 42,59 persen suara dan Foke-Nara 34,32 persen suara. Perolehan suara selanjutnya diikuti Hidayat-Didik dengan 11,4 persen, Faisal-Biem 5,07 persen, Alex-Nono 4,74 persen, dan Hendardji-Riza 1,88 persen. [Sabrina Asril, Pepih Nugraha]

Sumber: Kompas.com & jakartabaru.co

Rabu, Juli 11, 2012

Hitung Cepat LSI: Jokowi 43,06 Persen, Foke 34,14 Persen

Proses hitung cepat Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) DKI Jakarta, Rabu (11/7/2012), masih terus berlangsung. Berdasarkan data sementara Lingkaran Survei Indonesia (LSI), pasangan Jokowi-Ahok menempati urutan pertama peraihan suara diikuti pasangan Foke-Nara di posisi kedua.

Berikut perinciannya:
Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli: 34,14 persen
Hendardji Soepandji-Riza Patria: 1,82 persen
Joko Widodo-Basuki T Purnama: 43,06 persen
Hidayat Nurwahid-Didik J. Rahbini: 11,76 persen
Faisal Basri-Biem Benjamin: 4,84 persen
Alex Noerdin-Nono Sampono: 4,38 persen.

Hasil terdebut didapat dari sampel 95,71 persen Tempat Pemungutan Suara (TPS) di seluruh wilayah di Jakarta dengan jumlah keterpilihan 63 persen. Sementara sampling of erornya mencapai 1 persen.

Hasil hitung cepat yang dilakukan Litbang Harian Kompas pun tidak jauh berbeda.
Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli: 34,39 persen
Hendardji Soepandji-Riza Patria: 1,88 persen
Joko Widodo-Basuki T Purnama: 42,58 persen
Hidayat Nurwahid-Didik J. Rahbini: 11,38 persen
Faisal Basri-Biem Benjamin: 5,05 persen
Alex Noerdin-Nono Sampono: 4,72 persen.

Meski penghitungan resmi KPUD Jakarta baru akan disampaikan pekan depan, namun bisa dipastikan Pilkada DKI Jakarta akan berlangsung dua putaran. Pasangan Jokowi-Basuki akan berhadapan dengan Fauzi-Nachrowi.
(http://megapolitan.kompas.com/read/2012/07/11/17043754/Hitung.Cepat.LSI.Jokowi.43.06.Persen.Foke.34.14.Persen)

LSI: Jokowi-Ahok Menangi Pilkada Putaran Pertama

Lembaga Survei Indonesia (LSI) merilis hasil perhitungan cepat (quick count) terakhir hasil pemungutan suara Pilkada DKI Jakarta. Untuk sementara, hasil menunjukkan bahwa pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Jokowi-Ahok akan memenangi pilkada putaran pertama. Hasil itu didapat dari 410 tempat pemungutan suara (TPS) yang dijadikan sampel di seluruh Jakarta.

Hingga pukul 16.49, data yang terkumpul mencapai 98,54 persen. Dari hasil survei itu, Jokowi-Ahok mengungguli dengan 42,76 persen. Peringkat kedua yakni Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli dengan 33,9 persen. Peringkat selanjutnya yakni Hidayat Nur Wahid-Didik J Rachbini 11,9 persen, Faisal Basri-Biem Benyamin 4,94 persen, Alex Noerdin-Nono Sampon 4,74 persen, dan Hendardji Soepandji-Riza Patri 2,06 persen.

"Dari hasil ini dipastikan pemilu akan berlangsung dua putaran. Karena berdasarkan Undang-undang tentang Pemerintah DKI Jakarta sebagai lex specialis, calon yang bisa satu putaran harus 50 persen plus 1," ungkap Direktur Eksekutif Komunikasi LSI, Burhanudin Muhtadi, Rabu (11/7/2012) dalam jumpa pers di kantor LSI, Jakarta Pusat.

Dari hasil itu, Burhanudin memprediksi Jokowi-Ahok akan memenangi Pilkada putaran pertama. Meski data belum sepenuhnya terkumpul, Burhan menuturkan bahwa data baru tidak akan merubah hasil secara signifikan.

"Sisanya tidak akan merubah komposisi suara buat pasangan yang ada. Jokowi-Ahok tetap akan unggul," ujarnya.

Adapun, hitung cepat yang dilakukan LSI ini berdasarkan data dari 410 TPS yang masuk dalam sampel. Pemilihan smapel dilakukan dengan teknik stratified cluster random sampling dengan melibatkan 500 orang relawan dari IPB dan UIN Syarif Hidayatyullah. Margin of error hasil perhitungan cepat ini yakni +/- 1 persen.
(http://megapolitan.kompas.com/read/2012/07/11/17215468/LSI.Jokowi-Ahok.Menangi.Pilkada.Putaran.Pertama)

Selasa, Juni 26, 2012

Sindiran Jokowi Bikin Foke 'Mati Kutu'

Lewat paparan visi dan misinya, calon Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo membuat Cagub DKI lainnya, Fauzi Bowo mati kutu. Pasalnya, saat memaparkannya di ruang sidang paripurna DPRD DKI, Ahad (24/6) kemarin, Jokwi dan pasangnya, Basuki Tjahja Purnama alias Ahok menyindir sejumlah kebijakan yang dilakukan Pemerintah Daerah DKI Jakarta era kepemimpinan Foke.

Pasangan yang dijagokan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) dan Gerindra ini mengusung visi misi berjudul 'Jakarta Baru, Kota yang Modern dan Tertata Rapi' pada Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2012. Dalam pidato penyampian visi dan misi, Jokowi mengunakaan slide show mengkritisi kinerja Pemprov DKI di bawah kepemimpinan Fauzi Bowo.

Jokowi mencontohkan proyek Banjir Kanal Timur (BKT) yang mampu mengurangi banjir di Jakarta, dikerjakan Kementerian Pekerjaan Umum dan bukan Pemprov DKI. "Proyek KBT menggunakan alokasi dana APBN Kementerian Pekerjaan Umum, bukan APBD DKI. Namun, hasil kerjanya diklaim oleh Pemprov DKI," sindir Jokowi yang disambut gelak tawa dan tepuk tangan para pendukungnya.

Jokowi menuturkan, bila dirinya dan Ahok dipercaya memimpin Jakarta pihaknya telah menyiapkan serangkaian program penanganan kemacetan di Ibukota. "Pembangunan MRT harus dipercepat. Ini sudah lima tahun, MRT baru akan (dibangun). Serta proyek monorel yang sempat terhenti beberapa waktu akan dilanjutkan untuk diselesaikan," tuturnya.

Ditegaskan Wali Kota Solo itu, pihaknya juga akan menambah kapasitas umum Bus Transjakarta sebanyak seribu unit. Serta peremajaan metromini dan kopaja yang tidak memberatkan pengusaha angkutan umum. "Kami juga mempersiapkan program Jabodetabek Transportation Authority. Untuk membenahi masalah kemacetan di Jakarta, juga harus membina hubungan dengan pemerintah pusat," jelasnya.

Sentilan Jokowi berlanjut lantaran selama lima kepemimpinan Foke, hanya satu koridor baru busway yang bisa ditambahkan. "Padahal dari 2002-2007, sudah ada 10 koridor baru," cetusnya disambut tawa para hadirin sementara reaksi tersenyum simpul pun terlihat dari bibir Fauzi Bowo dari kejauhan.

Khusus pelayanan di bidang kesehatan dan pendidikan bagi warga miskin, Jokowi mengungkapkan, pihaknya akan memberlakukan dua kartu yakni Kartu Jakarta Sehat dan Kartu Jakarta Pintar. "Kartu Sehat Jakarta ini bisa digunakan di rumah sakit negeri dan swasta. Semuanya dengan nama, alamat, dan foto," tutur Jokowi.

Jokowi menambahkan, percuma anggaran besar?digelontorkan apabila masyarakat masih susah mengakses pendidikan murah di Ibukota. Masih banyak anak yang tidak sekolah di SMP dan SMA, dan banyak yang tidak bisa mengambil ijazah. "Di masa mendatang, dengan menunjukkan kartu tersebut, anak-anak miskin? yang saat ini tidak bisa sekolah dapat menikmati pendidikan gratis," tuntasnya.
(http://www.republika.co.id/)