Rabu, Desember 19, 2007

PDIP Pelopori Kedaulatan Pangan

Kadernya Berhasil Mengembangkan Benih Unggul Emespe
PDIP Pelopori Kedaulatan Pangan


CARIU - Salah seorang kader PDIP berhasil mengembangkan bibit padi unggul, yang diberinama Emespe. Saat ini kelompok tani yang tergabung komunitas tumbuh bersama mengembangkan bibit padi unggul tersebut. Kemarin (18/12/2007), mantan Presiden RI Megawati Soekarno Putri memanen benih padi Emespe, di Desa Sukajadi Kecamatan Cariu. 

Keberhasilan ini merupakan perwujudan misi PDIP terutama dalam menegakan kedaulatan petani. ''Bagaimana rakyat bisa sejahtera kalau para petani sebagai tulang punggung tak memiliki pengetahuan pertanian dan tidak memiliki bibit padi unggul,'' kata Ketua DPC PDIP Kabupaten Bogor, Karyawan Fathurachman, disela-sela panen padi bersama Megawati Soekarno Putri dan Ketua DPW PDIP Jabar, Rudy Harsa Tanaya.
 
Menurutnya, pengembangan jenis bibit unggul ini sebagai bukti PDIP menginginkan petani sejahtera dan pasokkan pangan yang memadai. Soalnya selama ini, petani masih terpinggirkan, meski pada pada zaman orde baru telah berhasil dengan swasembada pangan. Begitu juga dan pada era reformasi muncul jargon ketahanan pangan. “Kami ingin menciptakan kedaulatan pangan,”ujar Karyawan yang juga Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor ini.

Untuk kedaulatan ini, PDIP terus memperjuangkan nasib petani dengan berbagai cara, salah satunya mengembangkan bibit unggul bagi petani. Keberhasilan pengembangan benih ini pun bukan langsung jadi, namun hasil pelatihan kelompok tani yang dibina PDIP baik dari pusat maupun di tingkat bawah yang berada dibawah naungan bidang koperasi dan UKM PDIP. 

Pada intinya, kata Wawan dengan keberhasilan ini berarti PDIP berhasil mengemban misinya terutama dalam pemenuhan kebutuhan pangan yang semakin merosot, padahal Indonesia sebagai negara petani. Pada kesempatan itu mantan Presiden Megawati menyerahkan hewan kurban yakni dua ekor sapi pada warga Desa Sukajadi.
(www.radar-bogor.co.id)

Senin, November 19, 2007

KPU Hitung Ulang Hasil Pilkada Maluku Utara

KPU Hitung Ulang Hasil Pilkada Maluku Utara

Jakarta (ANTARA News) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat, Selasa (20/11) pagi, akan menghitung ulang hasil pemungutan suara pemilihan kepala daerah (Pilkada) Provinsi Maluku Utara.

Penghitungan ulang hasil Pilkada Maluku Utara itu ditetapkan dalam Keputusan Rapat Pleno KPU tentang Penyelesaian Masalah Penyelenggaraan Pemilihan Umum Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Maluku Utara tahun 2007 yang dibacakan di gedung KPU, Jakarta, Senin malam.

"Akan dilakukan rekapitulasi dan sekaligus penetapan Pemilu Gubernur Provinsi Maluku Utara," kata anggota KPU I Gusti Putu Arta seusai pembacaan hasil putusan.

Penghitungan tersebut akan dilakukan pada hasil pemungutan suara di tingkat kabupaten terkait polemik dugaan penggelembungan suara yang terjadi di Pilkada yang diadakan pada 3 November.

KPU Pusat juga menonaktifkan Ketua KPUD Provinsi Maluku Utara Rahmi Husen dan salah satu anggotanya, Nurbaya Soleman, dan mengambil alih tugas dan wewenang KPUD Provinsi Maluku Utara mulai saat keputusan pleno tersebut dibacakan.

Anggota KPUD Provinsi Maluku Utara Mukhlis Tapitapi mengatakan, pihaknya menerima putusan KPU Pusat tersebut.

"Kewenangan ada di KPU Pusat, saya hanya hadir menghadiri undangan saja," katanya.

Anggota KPUD Provinsi Maluku Utara yang tersisa akan tetap dilimpahi tugas administrasi seusai rekapitulasi penghitungan ulang oleh KPU Pusat.

"Yang penting rekapitulasi ulang, selebihnya hanya tinggal pengesahan," kata Mukhlis.

Selain mengambil alih rekapitulasi penghitungan pilkada Provinsi Maluku Utara, KPU Pusat yang diketuai Hafiz Anshary juga membatalkan keputusan KPUD Provinsi Maluku Utara yang membekukan KPUD Kabupaten Halmahera Barat.
(http://www.antara.co.id/arc/2007/11/19/kpu-hitung-ulang-hasil-pilkada-maluku-utara/)

Minggu, November 18, 2007

Thaib Armain dan Abdul Gani Menangkan Pilkada Maluku Utara

Thaib Armain dan Abdul Gani Menangkan Pilkada Maluku Utara
 
Jakarta - Akhirnya Thaib Armain dan Abdul Gani Kasuba memenangkan Pilkada Maluku Utara. Pasangan dengan nomor urut 2 itu telah berhasil menyingkirkan Abdul Gafur dan Abdul Rahim Fabanyo dengan selisih perolehan suara tipis.

Menurut Ketua Pokja Sosialisasi KPUD Maluku Utara Hurbanya HI Sulaeman, Thaib dan Abdul Gani memperoleh 179.020 suara atau 37,35 persen. Sementara Abdul Gafur dan Abdul Rahim mendapat suara 178.157 atau 37,35 persen.

"Berdasarkan SK KPU Provinsi Maluku Utara No 20/kKEP/PGWG/2007 tanggal 16 November 2007 telah ditetapkan pasangan dengan nomor urut 2 sebagai pasangan calon terpilih dengan perolehan suara terbanyak," kata Nurbaya.

Hal itu disampaikan dia dalam pengumuman pemenang Pilkada Maluku Utara di Hotel Sultan, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Minggu (18/11/2007).

Nurbaya mengatakan, urutan ketiga ditempati oleh Antoni Charles Sunarjo dan HM Drakel dengan 76.117 suara atau 15,88 persen. Dan keempat Irvan Eddison dan Atik Achamd dengan 45.983 suara atau 9,59 persen.

"Jika ada pihak yang keberatan dapat mengajukan tuntutan paling lama 3 hari setelah penetapan," ujar Nurbaya.
(http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/11/tgl/18/time/183736/idnews/854142/idkanal/10)

Sabtu, Oktober 06, 2007

Mega Sorot Pilkada Maluku Utara

Mega Sorot Pilkada Maluku Utara
 
Jakarta - Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputeri menyorot penyelenggara Pilkada di Maluku Utara. KPUD setempat dinilai banyak melakukan kecurangan. 

Kecurangan-kecurangan KPUD Maluku Utara yang disebutkan PDIP dalam keterangan persnya yang diterima detikcom, Sabtu (6/10/2007) cukup banyak.

Di antaranya, KPUD Maluku Utara tidak mengindahkan himbauan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Muhammadiyah serta elemen-elemen masyarakat di Maluku Utara agar mengalihkan jadwal kampanye selama bulan Ramadhan. Juga mengacuhkan kesepakatan antara tim kampanye pasangan calon gubernur dan wakil gubernur.

KPUD Maluku Utara juga tidak menghormati saran Panitia Pengawas Pemilu agar menaati kesepakatan antar pasangan calon serta melecehkan hasil rapat pimpinan DPRD Maluku Utara dengan KPUD soal pengembalian jadwal kampanye sesuai kesepakatan antar tim kampanye pasangan calon.

Belum lagi, KPUD Maluku Utara "memelintir" saran dari Mendagri dan KPU Pusat soal pengembalian jadwal kampanye sesuai kesepakatan pasangan calon.

"Jangan lagi ada dusta di antara kita, buang jauh-jauh pembodohan yang dilakukan KPUD. Rakyat Maluku Utara ingin kedamaian dan mereka harus dihargai hak-hak politiknya," seru Megawati.

Sejak Selasa (3/10/2007), DPP PDI Perjuangan telah mengirim tim dari Jakarta untuk memantau pelaksanaan Pilkada Maluku Utara. Selain Mayjen TNI (Purn) HZB Palaguna selaku Pelaksana Tugas Ketua DPD PDI Perjuangan Maluku Utara, juga ada tim dari Jakarta beranggotakan Mayjen TNI (Purn) Theo Syafei dan Profesor Hamka Haq selaku ketua DPP serta Wakil Sekjen Agnita Singedikane. 

"Yang sangat kasat mata adalah hingga hari ini KPUD Maluku Utara tidak melakukan pemutakhiran data, akibatnya data pemilih di enam desa di perbatasan Halmahera Utara dan Halmahera Barat masih tumpang tindih. KPUD Maluku Utara juga sampai saat ini belum juga membentuk Panitia Pemungutan Suara dari tingkat kabupaten hingga desa seperti yang diamanatkan undang-undang," papar Singedikane.

Pilkada Maluku Utara diikuti oleh empat pasangan cagub dan cawagub yakni, Anthony Charles Sunaryo-Mohammad Amin Drakel yang diusung PDIP, calon dari Partai Golkar, PAN serta Partai Demokrasi Kebangsaan DR. Abdul Gafur-Abdurrahmin Fabanyo, Mayjen TNI (Purn) Irvan Eddyson-Atti Ahmad yang didukung Partai Damai Sejahtera, serta pasangan incumbent, Thayb Armayn-Gani Kasuba yang digotong Partai Demokrat, PKS dan PBB.

Terhadap segala kecurangan yang disebut PDIP dilakukan KPUD Maluku Utara ini, ketiga pasangan calon gubernur tersebut minus Thayb Armayn-Gani Kasuba sepakat meminta KPU Pusat untuk membekukan KPUD Maluku Utara. Ketiga pasangan calon gubernur juga telah meneken sikap bersama untuk menolak pelaksanaan kampanye Pilkada.
(http://www.detiknews.com/read/2007/10/06/171040/838810/10/mega-sorot-pilkada-maluku-utara)

Sabtu, September 08, 2007

Diajak Nyanyi Frans Seda, Megawati Menangis

Diajak Nyanyi Frans Seda, Megawati Menangis
 
Jakarta - Tanah airku tidak kulupakan...Kan terkenang selama hidupku. Lirik lagu itu dinyanyikan sesepuh PDIP Frans Seda bersama Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri. Air mata Mega pun jatuh membasahi pipi.

Alunan lagu-lagu nasional dinyanyikan oleh paduan suara usai Mega menyampaikan pidato dalam acara pembukaan Rakernas II dan Rakornas PDIP di Hall B PRJ Kemayoran, Jakarta, Sabtu (8/9/2007).

Nah... tiba-tiba sesepuh PDIP Frans Seda berdiri dari kursinya dan langsung menghampiri depan panggung. Frans yang mengenakan tongkat dan dikawal 3 orang ini berjalan tertatih-tatih menuju panggung. Frans lalu dengan bersemangat menyanyikan lagu Tanah Airku sambil mengepalkan tangan.

Tidak lama kemudian, Frans lalu berjalan menghampiri Mega dan suaminya Taufiq Kiemas.

Mega dan Taufiq pun menyambutnya serta memeluknya. Mereka tampak cipika cipiki dengan Frans Seda.

Frans, Mega, dan Taufik pun menyanyikan lagu Tanah Airku bersama-sama, termasuk para petinggi DPP PDIP. 

Tidak terasa, butir-butir air mata jatuh membasahi pipi Mega. Mantan presiden RI ini terlihat mengusap matanya. Demikian pula dengan Taufiq.

Lagu karangan Ibu Sud ini akhirnya selesai dinyanyikan, tepuk tangan pun membahana. Plok...plok...plok...!
(http://www.detiknews.com/read/2007/09/08/121319/827286/10/diajak-nyanyi-frans-seda-megawati-menangis)

'Mega Presiden' Sambut Pembukaan Rakernas II PDIP

'Mega Presiden' Sambut Pembukaan Rakernas II PDIP
 
Jakarta - Rakernas II PDIP digelar. Pembukaan perhelatan akbar partai berlambang kepala banteng itu dilakukan oleh Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri.

Mega datang ke tempat acara, PRJ Kemayoran Hall B, Jakarta, Sabtu (8/9/2007) pukul 09.45 WIB. Dia datang didampingi suaminya yang juga Ketua Dewan Pertimbangan Pusat PDIP, Taufiq Kiemas.

Mega dan taufiq kompak mengenakan jas merah menyala, ciri khas PDIP. Saat datang, keduanya disambut yel-yel oleh para anggota DPP dan DPD PDIP. "Mega presiden!" teriak mereka lantang.

Mendengar teriakan itu, Mega hanya tersenyum sambil melambaikan tangan kepada kader dan fungsionaris PDIP.

Rakernas II PDIP itu dihadiri 1.532 anggota DPP dan DPD PDIP dari seluruh Indonesia. Hadir pula Sekjen DPP PDIP Pramono Anung, Tjahjo Kumolo, dan Guruh Soekarnoputra.
(detikNews)

Jumat, Agustus 31, 2007

Mega Akan Jawab Permintaan Jadi Capres Pada Ultah PDIP

Mega Akan Jawab Permintaan Jadi Capres Pada Ultah PDIP
 
Jakarta - Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri belum menjawab permintaan kadernya untuk menjadi capres 2009. Jawaban kemungkinan diberikan pada ultah PDIP pada 15 Januari 2008 nanti.

"Paling tidak tanggal 15 Januari 2008, saat PDIP ulang tahun," ujar anggota FPDIP Sutradara Ginting di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (31/8/2007). 

Sutradara pesimistis PDIP tidak bisa meraih suara penuh dalam pemilihan presiden 2009. Untuk itu PDIP akan berkoalisi dengan partai-partai lain untuk meraih suara 50 persen plus satu.

"PDIP siap kerja sama dengan yang lain. Karena tidak mungkin ada mayoritas," kata Sutradara.

Sementara itu, pakar politik UI Maswadi Rauf mengatakan kandidat capres sebaiknya mengumumkan diri paling lambat 1,5 tahun sebelum pilpres 2009. "Saya kira 1,5 tahunlah. 1 Tahun sebelum pilpres rakyat tidak cukup untuk menilai," kata Maswadi

Dia menambahkan parpol saat ini masih malu-malu untuk memproklamirkan calon yang mereka usung. "Saya harap akhir 2007 atau awal 2008, parpol sudah mengumumkan capres yang mereka usung," pungkas Guru Besar FISIP UI ini. 
(http://www.detiknews.com/read/2007/08/31/172655/824247/10/mega-akan-jawab-permintaan-jadi-capres-pada-ultah-pdip)