Jumat, Oktober 31, 2008

Kekuatan Rahman Bertambah

Kekuatan Rahman Bertambah

CIBINONG - Dukungan pada pasangan Rachmat Yasin-Karyawan Faturrachman (Rahman) bertambah. Dukungan itu berasal dari kalangan buruh dan partai. Bahkan kalangan buruh yang diwakili Serikat Pekerja Nasional (SPN) Kabupaten Bogor meneken kontrak politik dengan tim Rahman di gedung DPC PPP Kabupaten Bogor, Kamis (30/10).

“Ini sebenarnya sudah kita lakukan pada Pilbup pertama lalu, tapi baru terealisasi sekarang. Sekarang dengan tegas kami menyatakan dukungan kepada pasangan Rahman pada putaran kedua,” ujar Ketua SPN Kabupaten Bogor Iwan Kusmawan, kemarin.

Menurut dia, sikap politik antara DPC SPN Kabupaten Bogor dan anggota yang berjumlah 22 ribu dari 32 perusahaan di Kabupaten Bogor ini siap memenangkan pasangan Rahman menjadi bupati dan wakil bupati Bogor mendatang.

Sementara Calon Wakil Bupati Bogor Karyawan Faturrachman mengaku bangga dengan dukungan dari pihak SPN yang notebene garis perjuangannya sama dengan Rahman yakni memperjuangkan nasib wong cilik.

Apalagi baik pasangan Rahman sudah dekat dengan kalangan buruh di Kabupaten Bogor. Saat menjadi wakil rakyat Calon Bupati Bogor Rachmat Yasin dan Karyawan kerap menyuarakan perjuangan buruh.

Bahkan pada 1986 lalu, Karyawan sempat menjadi pengacara buruh di Kabupaten Bogor ini. ‘’Saya sangat bangga dengan dukungan SPN, karena jika kelak saya menjadil wakil bupati, perhatian kami akan lebih besar pada kaum buruh,’’ ujarnya.

Karyawan mengatakan akan terus memerangi golput. Sebab, saingan terberat Rahman adalah golput.

‘’Walaupun kami yakin dengan kekuatan ini, kami sangat angka golput pada Pilbup putaran kedua bisa diminimalisir,’’ jelas Ketua DPC PDIP Kabupaten Bogor ini. Tentunya ini membutuhkan kerja esktra parpol, KPU dan Pemkab Bogor serta masyarakat.

Sementar DPC Partai Patriot Kabupaten Bogor menyatakan sikapnya mendukung Rahman dalam pilbub putaran kedua. ‘’Semoga dukungan kami menjadi suatu tenaga tambahan bagi Rahman dalam merebut kemenangannya yang tertunda,’’ ujar Zulkifli Nasution.
(http://www.radar-bogor.co.id/?ar_id=MjA5NzQ=&click=MTY=)

Kamis, Oktober 30, 2008

AMS Dukung Rahman

AMS Dukung Rahman

CIBINONG - Dukungan Angkatan Musa Siliwangi (AMS) Rayon Kabupaten Bogor pada pasangan Rachmat Yasin-Karyawan Fathurachman cukup mengejutkan. Soalnya, organisasi ini dekat dengan Partai Golkar yang mengusung pasangan Nungki-Endang Kosasih (Nu Sae).  

Dukungan ini setelah rapat pleno di Sekretariat AMS di gedung Pemuda Cibinong.

“Kita tak ingin golput dalam putaran kedua nanti. Sebagai warga negara yang baik, AMS menyalurkan hak suaranya dan mendukung pasangan Rahman,” kata Ketua Rayon AMS Kabupaten Bogor Irawan Salim, kemarin.  

Dukungan pada pasangan calon nomor 5 itu berdasarkan kesepakatan pleno antara pengurus AMS di Sekretariat AMS pada Selasa (28/10) serta dari serapan suara rayon-rayon di tiap kecamatan. Dukungan pada pasangan Rahman itu dengan beberapa catatan. Namun, ia enggan merinci catatannya apa saja. “Kita dari AMS membentuk tim untuk melengkapi catatan itu,” tambahnya.  

Dia menambahkan, hasil rapat pleno itu diserahkan kepada dewan penasihat (Wanhat) AMS, yakni Rusdi AS untuk mengkajinya. Selanjutnya dibawa ke rapat pleno untukdiperluas dan bila disepakati semuanya, sebelum akhirnya deklarasi. 

Sedangkan Wakil Ketua I AMS Distrik Kabupaten Bogor Bahrum Suraatmaja menegaskan, SK 01 dan 02 tentang AMS Kader Partai Golkar sudah terhapus dengan hasil kongres AMS keenma pada 2004. “Hasil konres itu AMS tak ada keterkaitan secara lembaga dengan partai manapun, termasuk Partai Golkar,” katanya. 
(http://www.radar-bogor.co.id/?ar_id=MjA5MjQ=&click=NTY=)

Selasa, Oktober 28, 2008

RY Gencar Bangun Kefiguran, Nungki Galang Dukungan

RY Gencar Bangun Kefiguran, Nungki Galang Dukungan

CIBINONG - Menjelang putaran kedua pemilihan bupati (Pilbup) Bogor yang digelar 30 November 2008, pertarungan Rachmat Yasin (RY) versus Fitri Putra Nugraha (Nungki) dijamin seru. Pasalnya, kedua pihak kini terus menggalang kekuatan untuk menarik simpati massa. 

RY gencar membangun kefiguran, sedangkan Nungki terus menggalang dukungan. Baik kubu RY maupun Nungki optimis memenangkan Pilbup putaran dua.

Pasangan Nungki sareng Endang Kosasih yang mengusung label Nu Sae misalnya optimis bisa meraih suara di wilayah Kabupaten Bogor bagian barat pada putaran dua. 

Optimisme ini mencuat setelah banyak kader-kader Golkar, mulai dari Cibungbulang hingga Parungpanjang, diperkirakan kembali mendukung Nu Sae.

“Pada putaran pertama banyak kader Golkar terpecah antara mendukung Djuher (mantan kader Golkar) dan Nungki. Tapi, pada putaran kedua kader Golkar yang dulu mendukung Djuher akan merapat ke Nu Sae karena calon bupati nomor urut satu sudah tak bertarung,” ujar loyalis Golkar asli Bogor Barat Ade Ruhandi. 

Menurut dia, Golkar sangat percaya Djuher merupakan salah satu tokoh panutan Bogor Barat. Apalagi Djuher memiliki kader binaan sendiri di luar kader Partai Demokrat, tempatnya kini bernaung. Sebagian besar kader binaan Djuher merupakan kader Golkar yang tetap memiliki loyalitas. “Makanya saya yakin pada putaran kedua kader Golkar pendukung Djuher akan beralih ke Nu Sae,” tambah anggota Komisi A DPRD Kabupaten Bogor ini.

Selain itu, tambah dia, sebagian besar Pengurus Kecamatan (PK) Partai Golkar Kabupaten Bogor juga meminta DPD tetap mempertahankan relawan yang sudah terkumpul. Para ketua PK Golkar juga mengharapkan mesin partai mulai dihidupkan lagi agar ada ancang-ancang mengumpulkan dukungan minimal satu bulan ke depan. 

“Saya sebagai kader Golkar sangat setuju bila DPD Golkar mulai memanaskan mesin dan mempertahankan kinerja relawan,” terang Ade yang menjabat sebagai wakil bendahara DPD Partai Golkar Kabupaten Bogor ini.

Bagaimana dengan kubu RY-Karyawan Faturachman? Pasangan yang berlabel Rahman juga tak mau kalah. RY terus membangun kefiguran. Alasannya, penentu kemenangan adalah kefiguran. “Sistem kampanye yang dilakukan partai sebenarnya tak jauh berbeda, tapi yang menentukan kemenangan adalah figur,” ujar Ketua Tim Sukses Rahman Teuku Hanibal Asmar kepada Radar Bogor.

Kendati demikian, tambah Hanibal, dalam membangun kefiguran ini kubu Hanibal tetap memiliki kekhawatiran sendiri, mengingat tingginya golongan putih (golput) di Kabupaten Bogor pada putaran pertama. “Tingginya golput berdampak pada kurangnya informasi yang mengalir ke masyarakat tentang figur. 

Satu-satunya cara bagaimana partai bisa meyakinkan masyarakat bahwa Pilkada masih berlangsung alias Kabupaten Bogor belum menentukan siapa bupati definitifnya,” terangnya.

Masuknya Partai Demokrat sebagai partai pendukung Rahman, kata Hanibal, memberi angin segar bagi RY. Paling tidak persentase dukungan terhadap Rahman makin bertambah. “Mudah-mudahan diikuti lagi oleh partai-partai lain,” katanya.


PKS Konsentrasi Pemilu Legislatif

Sementara PKS Kabupaten Bogor hingga tadi malam belum menentukan sikap. Apakah akan merapat ke RY atau Nungki? Ketua DPD PKS Kabupaten Bogor Ade Dodo berdalih belum adanya sikap karena PKS sedang konsentrasi meracik strategi Pemilu Legislatif.

“Kami hanya menunggu. Jika ada yang bersedia berkomunikasi, kami sangat senang. Tidak etis jika kami yang justru aktif mendekati mereka,” katanya. Hingga kemarin, Ade Dodo mengatakan, antara Tim Sukses Nu Sae dan Rahman masih muncul dan menghilang dalam berkomunikasi. “Kadang mereka menghubungi, tapi kadang menghilang tidak ada kabar,” tambahnya.

Lalu kapan kira-kira PKS menentukan pilihan? “Waktunya belum bisa kami tentukan. Yang pasti kami akan memilih salah satu. Kita tidak mau mengajarkan golput kepada masyarakat pada putaran kedua nanti,” ujar Dodo sembari memberi isyarat kemungkinan pertengahan November bakal mendeklarasikan dukungan mereka ke salah satu kontestan.
(http://www.radar-bogor.co.id/?ar_id=MjA3Njg=&click=MTc2)

Minggu, Oktober 26, 2008

Menang Telak di Semua Kecamatan, Diani Walikota Lagi

Menang Telak di Semua Kecamatan
Diani Walikota Lagi

BOGOR - Langkah Diani Budiarto kembali memimpin Kota Bogor sepertinya tak bisa terbendung lagi. Pria yang berpasangan dengan Achmad Ru'yat itu menang telak di semua kecamatan pada Pilwalkot Bogor yang berlangsung kemarin.

Baik real count maupun quick count yang dilakukan Radar Bogor maupun masing-masing tim sukses pasangan calon tetap memperlihatkan keunggulan Diani-Ru'yat. Pun demikian perhitungan versi KPU Kota Bogor, Diani-Ru'yat unggul di atas 60 persen atas empat pasangan lainnya, yaitu Syafei Bratasendjaya-Akik Darul Tahkik (SADAR), Ki Gendeng Pamungkas-Chusairi (KGP-Cs), Iis Supriatini-Ahani (INI) dan Dody Rosadi-Erik Irawan Suganda (DO'A).

Berdasarkan real count versi Radar Bogor hingga pukul 23:30 WIB tadi malam, Diani-Ru'yat unggul telak dengan meraih 245.859 suara (63,75 persen). Menyusul Dody-Erik pada urutan kedua dengan 59.603 suara (15,46 persen). Pun demikian dengan perhitungan versi KPU Kota Bogor, Diani-Ru'yat meraih 56.320 suara (57 persen), menyusul Dody Erik yang meraup 16.461 suara (17 persen).

Ya, kemenangan sementara yang diraih Diani-Ru’yat langsung dirayakan pendukungnya. Tadi malam, DPD Partai Golkar yang merupakan salah satu partai pengusung Diani-Ru’yat mengadakan syukuran atas kemenangan ini di rumah Bena Jalan Ahmad Yani.

Syukuran yang dirangkaikan dengan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Golkar ke-44 itu dihadiri Diani- Ru’yat, Ketua DPD Partai Golkar Chepy Harun dan sejumlah fungsionaris Partai Golkar lainnya.

Perayaan HUT Golkar yang diberi nama Yellow Night berlangsung meriah. Suasana gembira menyelimuti para fungsionaris Golkar yang sukses memenangkan Diani-Ru’yat. Begitupun Diani-Ru’yat, keduanya tak henti-hentinya melempar senyum kepada pendukungnya. Dalam kesempatan tersebut, Diani didaulat menyumbangkan dua buah lagu.

Ketua DPD Partai Golkar Chepy Harun kepada Radar Bogor mengungkapkan, acara tersebut sudah disetting jauh-jauh hari sebelumnya. “Kita sengaja memilih Sabtu (25/10) untuk merayakan HUT Golkar karena kita sudah yakin kalau Diani-Ru’yat yang didukung Partai Golkar akan memenangkan Pilwalkot. Makanya, acara HUT Golkar dirangkaiakan dengan syukuran kemenangan,” ujarnya.

Kepada Radar Bogor Diani mengingatkan, meskipun hasil sementara penghitungan suara menempatkan dirinya pada urutan pertama, namun dia tetap menghargai dan menunggu hasil resmi pengumuman KPU Kota Bogor. “Keputusan final ada di KPU Kota, jadi kita tunggu hasilnya” ujarnya merendah.

Ditanya soal syukuran bersama yang dilaksanakan oleh DPD Golkar, Diani mengatakan acara tersebut merupakan HUT Golkar dan bukan syukuran kemenangan. “Kehadiran saya di sini sebagai walikota Bogor dan mengenai syukuran kemenangan akan dikondisikan setelah pengumumuan pemenang oleh KPU. Sebab, bukan hanya Golkar yang mendukung saya, tetapi juga PKS dan PDIP,” tuturnya.

Secara umum, Pilwalkot berlangsung aman dan tertib. Masyarakat menyalurkan suaranya di TPS yang dekat dengan tempat tinggalnya. Khusus pemilih yang terbaring di rumah sakit, panitia pemilihan langsung mendatangi mereka di tempat tidur. Meski begitu, kerahasiaan mereka tetap terjamin.

Panitia Pemungutan Suara (PPS) juga berlomba-lomba menampilkan TPS semenarik dan seunik mungkin. Itu mereka lakukan untuk menarik lebih banyak pemilih untuk mencoblos di bilik suara. Ada yang berseragam heboh, menampilkan adat Sunda, hingga berpakaian menor.


DO'A Kaget

Perolehan suara Diani-Ru'yat yang mencolok membuat kubu Dody-Erik terkejut. Mereka tak menyangka bakal kalah telak dari segi perolehan suara. Bahkan, basis atau kantong-kantong suara yang diklaim Dody-Erik bakal menang, ternyata kalah.

DO'A selama ini mengklaim memiliki basis massa di empat kecamatan, yaitu Bogor Utara, Bogor Tengah, Bogor Timur dan Bogor Selatan. Namun, klaim tersebut tak terbukti karena basis massa DO’A pada empat kecamatan ini Diani-Ru'yat yang menang. “Ini sungguh di luar dugaan kami. Tapi ini masih perhitungan sementara dan belum bisa menjadi patokan kemenangan,” ujar Dody.


Berusaha Legawa

Sementara itu, KGP terlihat santai menyikapi hasil perolehan suara pasangan Diani-Ru'yat yang sulit terkejar. “Gimana, siapa yang unggul sementara,” ujar KGP menyapa saat Radar Bogor yang berkunjung ke kediamannya, kemarin sore.

KGP sendiri agaknya tidak terlalu mempermaslahkan hasilnya. Tapi, pria yang maju dari calon perseorangan ini sempat terkejut saat mengetahui TPS-TPS yang dijagokannya tumbang.

“Berapa suara yang kita kumpulkan, coba dihitung lagi,” kata KGP kepada seorang tim sukses yang datang melapor. KGP agaknya sedikit terganggu setelah mendapat laporan bahwa basis suaranya kalah telak.

Reaksi tenang juga tampak dari Syafei-Akik. Meski suaranya tertinggal jauh dari Diani-Ru'yat, namun sejumlah kerabat dekatnya berdatangan memberikan semangat. Kediaman itu sempat ramai tapi Syafei tetap terlihat tenang dan raut mukanya tidak menampakan kekecewaan.


Unggul Telak di 68 Kelurahan

Sementara itu, pasangan Diani-Ru'yat semakin tak terkejar oleh empat saingannya pada Pilwalkot Bogor. Pasangan yang diusung tiga partai besar, yakni PKS, Partai Golkar dan PDIP ini unggul hampir di seluruh kelurahan di enam kecamatan se-Kota Bogor. Perolehan suara pun melebihi target dari pasangan yang memiliki jargon Tulus Mengabdi.

Berdasarkan rekapitulasi perolehan suara sementara Petugas Pemungutan Suara (PPS) di 68 kelurahan, pasangan nomor urut 5 itu memperoleh 63,57% suara, pasangan Dody-Erik 15,46% suara, Syafei-Akik 8,64% suara, Ki Gendeng Pamungkas-Chusairi 6,73% suara dan terakhir pasangan Iis-Ahani 5,42% suara.

Meski KPU belum menetapkan hasil perolehan suara Pilwalkot, kemenangan sementara pasangan mendapat sambutan suka cita para pendukung, simpatisan dan relawannya.

Bahkan, mereka langsung menggelar konfrensi pers dengan mengundang wartawan media cetak maupun elektronik untuk mengumumkan kemenangan sementara Diani-Ru'yat, yang berlangsung di Ru'yat Center Jalan Pajajaran, kemarin.

Hadir pada acara itu Ketua DPD Golkar Cheppy Harun, Ketua DPC PDIP Tb Rafli Mukti, Ketua DPD PKS Yocie Gusman, Ketua Tim Sukses Diani-Ru'yat Berlin H Purba dan Sekretaris Tim Aly Yusuf, serta calon wakil walikota Bogor Achmad Ru'yat.

Ketua DPD Golkar Cheppy Harun mengatakan, kemenangan sementara pasangan Diani-Ru'yat membuktikan bahwa seluruh mesin partai pendukung pasangan sudah bekerja dengan baik, termasuk tim sukses, simpatisan dan relawan Diani-Ru'yat. “Kita terus mengawal pasangan ini hingga lima tahun ke depan,” tutur Cheppy.

Sedangkan Ketua DPC PDIP Rafli Mukti mengatakan, kemenangan sementara Diani-Ru'yat merupakan kemenangan bagi seluruh masyarakat Kota Bogor. “Ini bukan kemenangan kita, tapi kemenangan masyarakat Kota Bogor, karena berkat dukungan masyarakat juga pasangan Diani-Ru'yat meraih sukses di Pilwalkot ini,” ungkap Rafli.

Sementara Ketua DPD PKS Yocie Gusman mengimbau pada para tim sukses, pendukung, simpatisan dan relawan Diani-Ru'yat untuk tidak melakukan euforia kemenangan yang berlebihan. “Mari kita sama-sama menjaga proses demokrasi ini dengan baik dan tidak ada euforia yang berlebihan,” tutur Yocie.

Pada kesempatan itu, tim sukses Diani-Ru'yat juga menyampaikan hasil perhitungan cepat (quick count) Pilwalkot Bogor. Beradasarkan hasil akhir quick count Pilwakot Bogor Tim Diani-Ru'yat, Syafei-Akik memperoleh 8,4 % suara, Ki Gendeng Pamungkas-Chusairi 7,2% suara, Iis-Ahani 5,6 % suara, Dody-Erik 14,2% suara dan Diani-Ru'yat 64,6% suara dari 150 TPS yang menjadi sample untuk quick count di 68 kelurahan, dengan sampling error 6,4 persen. (rid/dei/dra/sep)



PEROLEHAN SUARA SEMENTARA PILWALKOT BOGOR 2008

KECAMATAN

SYAFEI-AKIK

KGP-CS

IIS-AHANI

DODY-ERIK

DIANI-RU’YAT

Bogor Selatan

5,716

7.79%

5,053

6.89%

5,202

7.09%

9,477

12.92%

47,897

65.30%
Bogor Timur

3,689

9.68%

2,578

6.76%

1,856

4.87%

5,852

15.36%

24,136

63.33%
Bogor Barat

7,073

7.77%

5,638

6.19%

4,551

5.00%

14,478

15.90%

59,336

65.15%
Bogor Utara

5,955

9.58%

4,627

7.44%

3,306

5.32%

10,785

17.35%

37,497

60.31%
Tanah Tengah

4,509

10.02%

3,533

7.85%

2,284

5.08%

5,851

13.01%

28,810

64.04%
Tanah Sareal

6,385

8.41%

4,543

5.98%

3,691

4.86%

13,160

17.32%

48,183

63.43%
JUMLAH

33,327

8.64%

25,972

6.73%

20,890

5.42%

59,603

15.46%

245,859

63.75%

PENGHITUNGAN KPU

9,883

9.85%

8,353

8.32%

7,324

7.30%

18,461

18.40%

56,320

56.13%

*) data sampai pukul 23:30 (Redaksi)
(http://radar-bogor.co.id/?ar_id=MjA2NDc=&click=MTEy)

Sabtu, Oktober 25, 2008

Hasil Sementara Pilwalkot Bogor hingga pukul 14:40

Hasil Sementara Pilwalkot Bogor hingga pukul 14:40
Diani Ru'yat Menang

BOGOR - Pasangan Diani Budiarto-Achmad Ru'yat unggul sementara dalam pemilihan walikota Bogor (pilwalkot) hari ini. Hingga pukul 14:40 WIB, pasangan nomor urut ini unggul di mayoritas TPS yang tersebar di Kota Bogor dari empat lawannya. Pilwalkot Kota Bogor ini kemungkinan besar akan berlangsung satu putaran.

Tadi pagi sejak pukul 07:00 WIB hingga 13:00 WIB, warga Bogor menyalurkan suaranya di 1.586 TPS yang tersebar di enam kecamatan Kota Bogor. Jumlah pemilih tetap yang tercatat di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bogor sebanyak 603.029. Namun hingga berita ini naik cetak belum perkiraan diketahui jumlah golongan putih (golput).

Pilwalkot Bogor diikuti lima pasangan. Dua pasangan calon dari jalur independen, yakni nomor urut 1 Syafei Bratasendjaya-Akik Darul Tahkik dan pasangan nomor urut 2 Ki Gendeng Pamungkas-Chusairi. Sedangkan pasangan nomor urut 3 adalah Iis Supriatini-Ahani usungan Partai Demokrat, Partai Bintang Reformasi, Partai Karya Peduli Bangsa, dan Partai Persatuan Nahdlatul Ummah Indonesia.

Kemudian nomor urut 4 adalah Dody Rosadi-Erik Irawan Suganda yang diusulkan Partai Amanat, Partai Persatuan Pembangunan, Partai Bulan Bintang, Partai Kebangkitan Bangsa, dan Partai Pelopor. Sedangkan pasangan nomor urut 5 Diani Budiarto-Ahmad Ru’yat. Pasangan ini paling banyak diusung partai politik. Diani yang masih walikota aktif dan Ru’yat yang wakil ketua DPRD Jawa Barat diusung sembilan partai politik. Yaitu Partai Golkar, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Partai Keadilan Sejahtera, Partai Patriot, Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia, Partai Serikat Indionesia, Partai Buruh Sosial Demokrat, dan Partai Persatuan Demokrasi Kebangsaan.

Secara umum, pilwalkot berlangsung aman dan tertib. Masyarakat menyalurkan suaranya di TPS yang dekat dengan tempat tinggalnya. Khusus pemilih yang tergeletak di rumah sakit, panitia pemilihan mendatangi mereka di tempat tidur. Meski begitu, kerahasiaan mereka tetap terjamin.

Panitia Pemungutan Suara (PPS) juga berlomba-lomba menampilkan TPS semenarik dan seunik mungkin. Itu mereka lakukan untuk menarik lebih banyak pemilih untuk mencoblos di bilik suara. Ada yang berseragam heboh, menampilkan adat Sunda, hingga berpakaian menor.

Di TPS 12 Kelurahan Tegallega Kelurahan Bogor Tengah, PPS menggunakan pakaian adat Sunda. TPS ini juga didirikan di halaman Pendidikan Anak Usia Dini (PPS). Di sana, panitia menyediakan tempat duduk untuk pemilih dengan kursi TK sehingga pemilih berbadan bongsor kesulitan menyesuaikan posisinya.

Sementara di kertas suara, hanya pasangan nomor urut 1 dan 2 yang memakai peci. Sedangkan Ahani, pasangan Dody-Erik, dan Diani-Ru’yat memilih tidak menutup kepalanya dengan peci. Meski begitu, dasi tetap menggantung di kemeja mereka.

PEROLEHAN SUARA SEMENTARA PILWALKOT BOGOR 2008

SYAFEI-AKIK

KGP-CHUSAIRI

IIS-AHANI

DODY-ERIK

DIANI-RU'YAT

Versi Media Centre Diani-Ru'yat

7,6%

7,3%

5,8%

13,8%

65,5%

Versi Tim Sukses Dody-Erik

10%

5%

8%

20%

40%

Versi Radar Bogor

8,9%

6,9%

4,5%

12,15%

67,44%

(http://radar-bogor.co.id/?ar_id=MjA2MzQ=&click=MzQ5)

Jumat, Oktober 24, 2008

Dinasti Feodalis dan Kapitalis Birokrat ingin menguasai Kota dan Kabupaten Bogor.

Dinasti Feodalis dan Kapitalis Birokrat ingin menguasai Kota dan Kabupaten Bogor.

Sang Ayah, Bapak Aang Hamid Suganda terpilih menjadi Bupati Kuningan. Keponakan, Dede Yusuf menjadi Wakil Gubernur Jabar. Istri, Ibu Oce menjadi Calon Legislatif DPR RI nomor jadi dari Kabupaten Bogor. Sang Anak, Erik Suganda Calon Wakil Walikota Bogor, Sang Keponakan, Nungky menjadi Calon Bupati Bogor.

Sungguh sangat menyentuh hati kaum proletar dan rakyat jelata yang selama ini selalu terpinggirkan karena tidak punya Uang dan Koneksi, karena kita tau bahwa mereka pernah menikmati hidup di Era Orde Baru. Akankah kita biarkan? Hanya ada satu kata : LAWAN...!
(http://wawankusnun.blogspot.com/2008/10/dinasti-feodalis-dan-kapitalis-birokrat.html)

Selasa, Oktober 21, 2008

Sekilas Pencemaran Nama Baik Ketua DPD PDIP JAWA BARAT

KPUD Jabar Tak Berwenang Mencoret Rudi Harsa Tanaya
Senin, 20 Oktober 2008

BANDUNG, (PRLM).- Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Jawa Barat tidak berwenang mencoret Rudi Harsa Tanaya dalam daftar calon tetap (DCT). Pada tahap ini, kewenangan tersebut hanya ada di tangan partai pengusung, yaitu PDI Perjuangan. Terkait dugaan ijazah palsu yang dimiliki Rudi, KPUD Jabar hanya berpegangan pada hasil verifikasi yang telah dilakukan KPUD dalam proses pendaftaran caleg untuk terdaftar dalam Daftar Calon Sementara (DCS).

Ketua KPUD Jabar Ferry Kurnia Rizkiyansyah mengatakan itu ketika ditemui di Kantor KPUD Jabar, Jln. Garut No. 11 Kota Bandung, Senin (20/10).

Berdasarkan hasil verifikasi, ijazah yang dimiliki Rudi adalah sah. KPUD Jabar bahkan mendatangi langsung sekolah tempat Rudi menimba ilmu itu. KPUD Jabar, lanjut dia, tidak punya alasan mencoret Rudi Harsa Tanaya dalam DCT. Terkait laporan yang disampaikan Kesatuan Mahasiswa (Kemas) Jabar mengenai dugaan ijazah SMA Rudi yang tidak memenuhi syarat, sesuai ketentuan UU No. 10 tahun 2008 tentang Pemilu, Ferry mengaku sudah menyampaikan laporan Kemas Jabar itu untuk diklarifikasi oleh PDIP. "Kami tunggu klarifikasi dari PDIP. Paling lambat hari ini," ujarnya

(www.pikiran-rakyat.com)

Diadukan Kemas ke KPU Jabar, Rudy Harsa Lapor ke Polda

Jumat, 17 Okt 2008

POLDA JABAR - Karena diadukan anggota masyarakat ke KPU Jabar terkait pencalonannya sebagai anggota legislatif, caleg yang juga Ketua DPD PDIP Jabar, H. Rudy Harsa Tanaya lapor ke Polda Jabar. Rudy merasa telah dicemarkan nama baiknya oleh Komunitas Mahasiswa Jawa Barat (Kemas Jabar), yang melakukan aksi unjuk rasa dan melaporkan terkait pencalegan Rudy beberapa hari lalu.

Pengaduan Rudy Harsa ke Polda Jabar dilakukan Kamis (16/10), petugas Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Polda Jabar, AKBP Burhanudin. Rudy melaporkan Koordinator Kemas Jabar, Sri Dian karena telah melanggar pasal 310 ayat (2) dan pasal 311 ayat (1) tentang pencemaran nama baik.

Anggota tim advokasi PDIP Jawa Barat, Darius Doloksaribu, menyatakan, pengaduan dilakukan Rudy Harsa Tanaya langsung didampingi tim advokasi yang terdiri atas dirinya sendiri, Abdy Yuhana, dan Idris Lubis. Ikut menghadiri puluhan pendukung dan simpatisan PDIP ke Polda Jabar di Jln. Soekarno-Hatta Bandung.

Katanya, pada kesempatan tersebut Rudy juga langsung diperiksa sebagai saksi pelapor oleh Tipiter selama dua jam. “Pak Rudy telah dimintai keteranggannya sebagai saksi pelapor,” kata Darius kepada “GM” di Polda Jabar.

Sementara itu, caleg Rudy Harsa Tanaya yang datang bersama puluhan simpatisan PDIP menyatakan, Kemas Jabar dinilai telah melakukan pencemaran nama baik dan penghinaan. Pasalnya, kata Rudy, Kemas Jabar menuding jika dirinya tidak memiliki ijazah dan akta kelahiran. “Apa yang dikatakan mereka merupakan bentuk fitnah. Bahkan tidak hanya menyerang pada pribadi saya, melainkan juga kelembagaan,” kata Rudy.

Pelaporan ini dilakukan, lanjut Rudy, dengan maksud memberi pembelajaran kepada pedemo untuk menyampaikan aspirasi sesuai ketentuan yang berlaku. “Jika memang keberatan ada mekanisme resmi yang bisa ditempuh seperti melaporkannya pada KPU,” jelasnya.

Satu nama

Sementara itu, anggota tim advokasi lainnya, Abdy Yuhana, menyatakan, saat ini pihaknya baru melaporkan satu nama, yaitu Sri Dian yang bertindak sebagai koordinator lapangan Kemas Jabar.

Abdy juga mengatakan, kliennya Rudy Harsa memiliki bukti-bukti kuat, yaitu ijazah sekolah. “Mulai dari TK sampai SMA. TK di Regina Pacis Bogor, SD dan SMP di Budi Mulia Bogor, dan SMA di Regina Pacis,” katanya.

Di perjalanan penyidikan, tidak tertutup kemungkinan pemanggilan nama-nama lain yang turut serta dalam aksi tersebut. Mereka dituntut untuk membuktikan dugaan yang sudah ditujukan kepada Rudy.

Pada aksi yang dilakukan Kemas Jabar di Kantor KPU Jabar, Selasa (14/10), korlap demonstrasi, yaitu Sri Dian, menuding Rudy tidak mengantongi ijazah SMA yang menjadi prasyarat resmi pendaftaran sebagai calon legislatif. Selain itu, massa juga menyebarkan pernyataan sikap yang memuat nama Rudy Harsa Tanaya sebagai salah satu calon legislatif yang bermasalah dalam hal ijazah.
(www.lodaya.web.id)