Jumat, November 28, 2008

Program Sembako Murah Bakal Jalan, Asal Mega Diberi Kesempatan

Program Sembako Murah Bakal Jalan, Asal Mega Diberi Kesempatan

Jakarta,  Sekjen PDI Perjuangan Pramono Anung menegaska, program Sembako Murah yang gencar diiklankan bukan cuma bualan melainkan hasil survei. 
Program yang ditawarkan dalam iklan itu adalah hasil survei PDI Perjuangan bekerja sama dengan lembaga survei yang kredibel, kata Pramono saat jumpa pers di Megawati Institute, Jakarta Pusat, Kamis (27/11). 
Kalau memang rakyat ingin bukti, beri kepercayaan kepada Megawati dan PDI Perjuangan untuk dapat melaksanakan program tersebut, tegasnya. 
Menurut Pramono, dilihat dari prosentase kenaikan harga pada masa pemerintahan Megawati rata-rata tiap tahunnya lebih rendah daripada pemerintahan saat ini.

Gong Sembako Murah PDIP Resmi Ditabuh

Jakarta, PDI Perjuangan secara resmi meluncurkan program kampanye Sembako Murah di Megawati Institute, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Kamis (27/11). 
Kami menyayangkan pemerintah saat ini gagal membuat harga sembako lebih terjangkau, kata Sekjen PDI Perjuangan Pramono Anung. 
Menurut Pramono, program ini juga sekaligus membedakan Pdi Perjuangan dengan partai lain. 
Terlepas pro dan kontra atas solusi kebijakan yang diwacanakan ini akan lebih bermanfaat karena debat publik menjadi debat kebijakan rasional, ujarnya. 
Dari survei yang dilakukan internal PDI Perjuangan, menurut Pramono, mayoritas publik ingin perubahan dan kenaikan kesejahteraan ekonomi. 
70 persen rakyat mengharapkan Pemilu 2009 menjadi pintu perubahan bagi kesejateraan rakyat. Di mata publik, isu ini lebih tinggi daripada isu pemberatasan korupsi dan keamanan yang kurang dari 15 persen. Sementara masalah kesejahteraan mencapai 70 persen, kata Pramono.

(rakyatmerdeka.co.id)

Pilpres 2009 Kemungkinan Diikuti 4 Pasang Capres

Pilpres 2009 Kemungkinan Diikuti 4 Pasang Capres

Jakarta,  Bila Undang-Undang Pemilihan Presiden (UU Pilpres) disahkan, secara teoritis pasangan calon presiden yang mungkin bersaing dalam Pilpres 2009 adalah sebanyak empat pasang. 
Hal tersebut dikatakan oleh Sekjen PDI Perjuangan (PDIP) Pramono Anung dalam konferensi pers di sela-sela rapat DPP PDIP terkait respon perkembangan ekonomi global saat ini di Megawati Institute, Jl. Proklamasi, Jakarta Pusat, Kamis (27/11). 
Menurut Pramono, dengan syarat dukungan capres-wapres ditetapkan 20 persen kursi DPR atau 25 persen suara sah, hanya memungkinkan maksimal empat pasangan capres dan cawapres yang bertanding dalam pilpres. Namun, ia memperkirakan pilpres 2009 nanti kemungkinan akan diikuti sebanyak-banyaknya tiga pasangan. 
"Secara teoritis 4 calon, tapi kemungkinan sebanyak-banyaknya 3 calon," kata Pramono. 
Lebih lanjut Pramono menyatakan bahwa saat ini memang bermunculan banyak tokoh yang mendeklarasikan dirinya sebagai calon presiden. Namun, ia yakin bahwa deklarasi pencapresan itu bukan merupakan harga mati. Pakem politik yang dinamis, membuat suatu keputusan politik dapat berubah setiap saat. 
"Kalau orang sekarang menawarkan diri sebagai capres, itukan banyak motivasinya. Politik itukan dinamis, sekarang capres besok dapat berubah menjadi cawapres dengan gampang," paparnya. 
Kemungkinan itu, jelas Pramono, sudah dialami oleh PDIP. Ia menyatakan bahwa banyak capres yang sudah mendeklarasikan diri, tetapi di belakang layar menawarkan diri jadi cawapres. 
"Ada banyak capres yang datang ke PDIP minta jadi cawapres, saya tidak dapat sebut namanyalah tidak etis," pungkasnya. 

(rayatmerdeka.co.id)

Kamis, November 27, 2008

PDI Perjuangan Memulai Kampanye 2009 Dengan Menawarkan Solusi Kebijakan

PDI Perjuangan ingin mengawali pemilu 2009 dengan kampanye modern. Pertama, PDI Perjuangan akan menyuarakan keprihatinan yang paling luas dirasakan masyarakat. Alat yang digunakan untuk mengukur keprihatinan itu adalah survei opini publik yang dilakukan secara regular. Kedua, PDI Perjuangan akan mewacanakan solusi bagi keprihatinan masyarakat itu.

PDI Perjuangan ingin mengawali pemilu 2009 dengan kampanye modern. Pertama, PDI Perjuangan akan menyuarakan keprihatinan yang paling luas dirasakan masyarakat. Alat yang digunakan untuk mengukur keprihatinan itu adalah survei opini publik yang dilakukan secara regular. Kedua, PDI Perjuangan akan mewacanakan solusi bagi keprihatinan masyarakat itu.
PDI Perjuangan tidak ingin hanya meneriakan jargon atau slogan tapi memberikan jalan keluar kebijakannya.

Yang membedakan PDI Perjuangan dengan partai lain saat ini adalah tawaran solusi kebijakan. Terlepas pro dan kontra atas solusi kebijakan yang diwacanakan, ini akan lebih bermanfaat karena debat publik menjadi debat kebijakan rasional.

Melalui survei opini publik yang PDI Perjuangan lakukan secara internal, diketahui bahwa mayoritas publik ingin perubahan dan kenaikan kesejahteraan ekonomi. Lebih dari 70% rakyat mengharapkan pemilu 2009 menjadi pintu perubahan kesejahteraan rakyat. Di mata publik, isu kesejahteraan ekonomi jauh lebih mendesak. Sementara itu, isu pemberantasan korupsi dan keamanan hanya dianggap penting oleh kurang dari 15% rakyat.

Di antara semua isu ekonomi, kenaikan harga sembako yang semakin tak terjangkau adalah isu yang paling krusial. Isu harga sembako yang tak terjangkau itu bahkan mengalahkan isu pendidikan dan kesehatan yang mahal. Isu sembako juga mengalahkan isu kesempatan kerja.

Berdasarkan data tersebut dan juga platform partai, PDI Perjuangan menganggap pemilu 2009 menjadi referendum nasional atas pemerintah saat ini dalam menangani kesejahteraan ekonomi.

Secara resmi, hari ini PDI Perjuangan melaunching dan memulai kampanye dengan isu “Perjuangkan Sembako Murah”.

Kami menyayangkan pemerintah saat ini gagal membuat harga sembako lebih terjangkau. Dari data statistik 2004 – 2008 jelas terlihat bahwa kenaikan harga sembako melampaui kenaikan daya beli masyarakat (sebagai contoh harga beras tahun 2008 telah mengalami kenaikan 95 persen dibandingkan pada tahun 2004, minyak goreng curah 101 persen, telur ayam ras 67 persen dan komoditas penting lainnya rata-rata mengalami kenaikan di atas 55 persen). Kenaikan komoditas pangan/sembako berkontribusi besar dalam menyumbang inflasi, sehingga mengakibatkan daya beli masyarakat tergerus. Situasi ini harus benar-benar menjadi perhatian serius, mengingat bahwa 60 persen lebih penduduk Indonesia pengeluarannya masih terfokus untuk pemenuhan kebutuhan pokok.

Lebih dari sekedar melaunching isu kampanye, PDI Perjuangan juga menawarkan enam kebijakan setelah melalui penelitian dan kajian internal sebagai solusinya, yaitu:
1) Menata kembali ketimpangan struktur penguasaan dan penggunaan tanah yang lebih adil.
2) Mempercepat dan pembangunan jaringan irigasi.
3) Menyediakan pupuk dan bibit murah yang berkualitas.
4) Meningkatkan operasi pasar untuk menurunkan harga sembako.
5) Memperkuat koperasi petani, lumbung pangan dan membangun bank pertanian.
6) Mengendalikan impor sembako yang merugikan petani dan nelayan.
Jika enam kebijakan ini dikerjakan, maka harga sembako, laju kenaikannya dapat ditekan sehingga tidak akan melampaui kenaikan daya beli masyarakat.

Sosialisasi awal Isu sembako murah dan solusi kebijakannya sudah dimulai. Pada waktunya, ketua umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri sendiri akan roadshow ke sejumlah wilayah untuk sosialisasi isu sembako murah dan solusi yang ditawarkan. PDI Perjuangan juga mulai mengerjakan solusi kebijakan yang ditawarkan, seperti membantu membuat irigasi dan menyediakan pupuk murah. Program kongkret itu dilakukan hanya sebagai pilot project. Jika dipercayai rakyat, PDI Perjuangan dan Megawati sesegera mungkin memasifkan pilot project itu di seluruh wilayah Indonesia.

PDI Perjuangan berharap partai lain mengikuti jejak untuk berlomba-lomba menawarkan solusi kebijakan dalam pemilu 2009. Sehingga, pemilu tak hanya menjadi pertarungan politik antar partai atau kandidat presiden, tapi sekaligus juga menjadi pendidikan politik dan uji publik bagi solusi kebijakan. Politik Indonesia akan lebih rasional dan modern.
(http://www.megawati-institute.org)

RY Kecewa dengan Putaran Kedua

RY Kecewa dengan Putaran Kedua

BOGOR – Kampanye terakhir di zona B dimanfaatkan pasangan Rahman untuk melakukan rapat terbuka. Tak tanggung-tanggung, pasangan Rahman menurunkan hampir semua tim suksesnya untuk memeriahkan panggung yang sudah berdiri megah di Desa Cogrek Kecamatan Ciseeng, kemarin. Padahal sebelumnya Rahman sempat menyatakan tidak akan memanfaatkan rapat terbuka.

Untuk menarik massa, Rahman menghadirkan beberapa artis ibukota seperti Denada, Komeng, Rudi Sipit, Derry dan Ginanjar. Kelima artis itu rupanya mampu menyihir penonton yang notabene penduduk sekitar untuk datang, walau hujan gerimis terus-menerus turun. 

Aksi komedian Komeng dan suara lantang Denada mampu membuat penonton yang menutupi lapangan Desa Cogrek tertawa dan mengikuti suara merdu Denada. “Kalau mau sejahtera pilih siapa?” teriak Komeng bergantian dengan Derry, Ginanjar dan Denada. 

Penonton pun kontan berteriak, “Rahman!” sambil mengacungkan lima jarinya tertanda nomor urut pasangan ini. Denada yang datang menggunakan pakaian terusan hitam putih mampu menyuguhkan dengan baik lagu-lagu pop dengan mengubah sedikit liriknya dengan unsur kampanye.

Dalam orasinya, calon Bupati Rachmat Yasin (RY) sedikit kecewa dengan dilaksanakannya putaran kedua. 

Namun karena sudah diatur dalam UU, Rachmat tetap bersemangat bertarung. “Kita sebenarnya bisa menang di putaran pertama kalau warga Ciseeng, khususnya warga Cogrek, memilih Rahman. Bedanya hanya 963 suara, tapi konsekuensinya besar. Banyak dana masyarakat yang harus dikeluarkan,” katanya. 

Oleh karena itu, lanjut RY, pada putaran kedua ini dia meminta masyarakat mendukung penuh pasangan Rahman. “Saya percaya masyarakat di sini pasti mendukung kami,” ujarnya yang langsung disambut tepuk-tangan meriah warga.

Usai orasi, rombongan langsung bertolak menuju Kecamatan Gunungsindur, Parung dan memutar melalui Kabupaten Bogor bagian barat. Pasangan Rahman berjanji pada masa tenang tetap waspada agar tidak ada kampanye hitam. “Kami akan berjaga-jaga selama masa tenang,” kata Juru Bicara Tim Rahman David Rizar Nugroho.

Sebelum berorasi, pasangan Rahman bersama sekitar 20 mobil sudah berkeliling zona B dengan menyusuri Kecamatan Kemang dan Rancabungur. Di kedua kecamatan ini suara Rahman bersaing ketat dengan Nu Sae.

Sementara Ketua Panitia Pengawas (Panwas) Kecamatan Parung Utuy Yamasuto mengatakan, pihaknya menemukan pelanggaran dalam kampanye terbuka yang dilakukan pasangan Rahman di Lapangan Cogreg itu. 

Menurut Utuy, pelanggaran Pilkada UU No. 32 Tahun 2004 pasal 79 dan 80 dilakukan Kepala Desa (Kades) Parung Al Imron yang bertugas sebagai panitia kampanye dan jurkam.

“Kami telah melaporkannya ke Panwas Kabupaten Bogor. Acara itu dihadiri empat kecamatan diantaranya Kecamatan Parung, Gunungsindur, Ciseeng dan Kemang,” ujar Utuy usai memantau jalannya kampanye Rahman, kemarin. 
(http://www.radar-bogor.co.id/index.php?ar_id=MjI0OTM=&click=MjU3)

Sabtu, November 22, 2008

Rahman Perkuat Saksi

Rahman Perkuat Saksi

CIBINONG - Pasangan Rachmat Yasin-Karyawan Faturachman (Rahman) benar-benar banyak belajar dari Pilbup Bogor putaran pertama. Mereka tak ingin lagi lengah dalam menyiapkan saksi di masing-masing Tempat Pemungutan Suara (TPS). Untuk memperkuat struktur tersebut, 40 saksi kecamatan, regu penggerak pemilih (Guraklih) dan struktural PDIP mendapatkan “amunisi” dari Ketua Bidang Kesejahteraan Rakyat Korwil Jawa DPP PDIP Adang Ruchyatna.

Adang yang sudah pengalaman dalam menghadapi kecurangan selama Pilkada membekali para saksi dan guraklih agar tetap siaga selama pemilihan berlangsung sampai distribusi surat suara. “Saya juga akan memberikan motivasi pada mereka agar tetap semangat selama menjaga suara,” katanya.

Selain memberi motivasi, saksi dan guraklih juga dibekali kemampuan mendistribusikan suara via komputer. Ini penting karena pasangan Rahman ingin mengetahui hasil real count yang akurat secara cepat.

Adang mengakui, beberapa kali memberikan pembekalan kepada saksi, dia mendapati banyak saksi yang masih kurang paham betapa penting tugasnya. Bahkan, terkesan banyak saksi yang tidak profesional dan kurang militan mencatat segala kejadian. “Saksi itu ujung tombak tim sukses. Jika mereka tumpul, maka potensi suara membengkok tinggi,” bebernya.

Adang sudah berpengalaman dalam beberapa Pilkada DKI Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Tengah. Ia mengatakan sengketa perolehan suara yang saat ini terjadi di Jawa Timur salah satu penyebabnya karena kurangnya tim sukses dalam menyiapkan saksi. “Pengalaman 2004 pun, saksi kami lemah. Kami ingin mengembalikan kejayaan pada 1999 (saat itu PDIP menang, red),” katanya.
(http://www.radar-bogor.co.id/index.php?ar_id=MjIyMzA=&click=NDU=)

Jumat, November 21, 2008

RY Kaget, Demokrat Alihkan Dukungan

RY Kaget, Demokrat Alihkan Dukungan 

CIBINONG - Manuver Partai Demokrat Kabupaten Bogor kini terus menjadi buah bibir. Ini terkait adanya pengalihan dukungan dari pasangan Rachmat Yasin-Karyawan Faturachman (Rahman) ke Nungki sareng Endang (Nu Sae).

Mendengar kabar tersebut, calon Bupati Bogor Rachmat Yasin (RY) kaget, karena sebelumnya Max bersama Sekretaris DPC Partai Demokrat Susetiyono dan jajaran DPP Partai Demokrat menyatakan mendukung Rahman.

“Minggu (26/10) sore di Novotel Jakarta, Hadi Utomo (ketua umum DPP Demokrat), Syarif Hasan (ketua Fraksi Demokrat DPR RI), Max, dan Susetiyono mengatakan pada saya bahwa Demokrat mendukung Rahman. Saya sendiri senang mendengar kabar itu,” ujar RY kepada Radar Bogor, kemarin.

Meski demikian, RY menyikapi dingin kondisi tersebut. Dia yakin Demokrat sebagai partai besar tidak akan mudah berpaling dari satu dukungan ke dukungan lain. “Saya yakin mereka tidak mudah berpaling seperti membolak-balikkan telapak tangan. Saya masih belum percaya jika bukan Hadi Utomo sendiri yang berbicara langsung,” jelasnya.

Walaupun benar Partai Demokrat mengalihkan dukungan ke Nu Sae, menurut RY, Rahman tidak akan keberatan. Pihaknya juga tidak memaksa agar Demokrat harus mendukung Rahman.

Seperti diberitakan Radar Bogor kemarin, Ketua Caretaker DPC Partai Demokrat Kabupaten Bogor Max Sopacua mengalihkan dukungan dari Rahman ke Nu Sae. Pengalihan dukungan tersebut diungkapkan Max saat bertemu calon Bupati Bogor Nungki di Citeureup.

Padahal sebelumnya, Sekretaris Demokrat Kabupaten Bogor Susetiyono pernah menyatakan Demokrat mendukung penuh Rahman. Malahan waktu itu Susetiyono mengimbau seluruh jajaran Partai Demokrat Kabupaten Bogor, kecamatan hingga ranting segera menyosialisasikan dukungan tersebut. “Kami mengimbau agar kader partai harus fatsun dengan keputusan ketua umum DPP. Dengan mendukung Rahman, berarti kader melaksanakan perintah DPP,” jelasnya.

Alasan Demokrat mendukung Rahman waktu itu karena Rahman bersedia membantu Demokrat dalam menyosialisasikan SBY saat Pemilihan Presiden (Pilpres) 2009 nanti. “Kalau alasan internalnya tidak usah kami beberkan. Off the record,” tandas Susetiyono.
(http://www.radar-bogor.co.id/?ar_id=MjIxODE=&click=NjY=)

Ketua RT dan RW bakal Digaji

Usulannya Dibahas DPRD dan Pemkab Bogor 
Ketua RT dan RW bakal Digaji 

CIBINONG - Ketua RT dan RW se-Kabupaten Bogor bakal mendapat dana stimulan pada APBD 2009. Itu setelah Pemkab dan DPRD Kabupaten Bogor bakal menyepakati kabar gembira bagi ujung tombak pemerintahan ini.

“Tujuan pemberian bantuan untuk aparat terbawah semata-mata memberikan penghargaan atas pengabdian ketua RT dan RT,” kata Anggota Panitia Anggaran (Panang) DPRD Kabupaten Bogor Teuku Hanibal Asmar.

Menurut dia, dewan mengusulkan ketua RT mendapatkan intensif sebesar Rp250.000 dan ketua RW Rp300.000 per bulan. Sedangkan usulan dana umum untuk desa semata-mata sebagai langkah menyejahterakan aparat di tingkat desa. Sedangkan usulan yang terkait dengan rapat kerja antara kades dan bupati untuk memantau proses musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) agar tidak menyimpang dari relnya. “Mudah-mudahan usulan ini mendapat respons positif dari Pemkab Bogor,” kata Hanibal.

Ketua Tim Sukses Pasangan Rahman ini pun mengharapkan dana imbal swadaya diberikan langsung ke desa melalui kepala desa tanpa melalui Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Kesejahteraan Sosial (BPMKS). “Memang risikonya tinggi, tapi kita kan punya Bawasda untuk mengawasinya,” tambahnya.

Hal senada disampaikan anggota Panang lainnya Wawan Risdiawan. Bahkan, dia meminta intensif ini tak hanya untuk RT, RW, tapi juga ustadz. “Anggaran santunan yatim juga perlu dikedepankan. Saya juga mengharapkan dana imbal swadaya bisa turun tiga kali setahun,” kata Wawan.

Sedangkan anggota Panang Lalu Suryade menginginkan RAPBD 2009 mengakomodasi program pemberdayaan warga miskin dengan strategi dan sistematika yang jelas lokus dan fokusnya.

“Demikian pula untuk pelaksanaan tender proyek. Pemkab harus sudah menerapkan sistem e-procurement. Jika tidak, sulit mengharapkan efektivitas dan efisiensi belanja daerah,” kata wakil rakyat dari PKS ini.
(http://www.radar-bogor.co.id/?ar_id=MjIxNzE=&click=Mzc=)